Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Politik

Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga

badge-check


					Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga Perbesar

Kampanye  kali ini giliran kawasan Bogor Utara yang didatangi pasangan calon nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim (Badra). Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Tanahsewa, Ciparigi, diisi agenda hiburan tradisional Dogdog Reog Milenium (Doremi). Selain itu, keduanya menyempatkan mengunjungi pernikahan salah satu warga hingga menengok warga sakit, Sabtu (3/3/2018)

Cawalkot Bogor Bima Arya mengatakan, dalam periode berikutnya pihaknya akan fokus mewujudkan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga yang dipenuhi dari derajat kualitas masyarakat dan lingkungan yang memadai. “Tidak sekedar membangun infrastruktur, tapi juga sumber daya manusianya,” ungkap Bima.

Di Bogor Utara, Bima menerima banyak aspirasi seputar kesehatan. “Lebih banyak soal kesehatan, tadi saya mengunjungi warga sakit. Rata-rata sudah ada BPJS, fokus kami lebih kepada bagaimana mereka lebih diperhatikan lagi oleh para aparatur di wilayah. Termasuk nanti ke depannya kami menyiapkan dokter keluarga yang merupakan bagian dari salah satu program utama Badra,” jelas dia.

Bima Arya menambahkan, program dokter keluarga dicanangkan untuk memperkuat layanan puskesmas hingga RSUD yang sudah ada. Tugas dari dokter keluarga nantinya bersifat pencegahan, deteksi dini hingga pengendalian penyakit kronis.

“Dokter keluarga juga bertugas mempromosikan pola hidup sehat. Melalui program ini, angka orang sakit diharapkan dapat dikendalikan sehingga jumlah kunjungan ke rumah sakit jadi berkurang. Dokter keluarga lebih banyak bertugas mencegah orang agar tidak sakit atau yang sudah sakit diharapkan penyakitnya tidak lebih parah,” beber pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Sementara itu, di lapangan Kampung Tanahsewa Ciparigi, penampilan grup Reog Sunda sukses menghibur warga. Reog Sunda merupakan kesenian khas Jawa Barat yang memadukan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita sosial. Hiburan rakyat ini pun boleh dibilang nyaris punah di ‘rumah’ sendiri. Di Kota Bogor sendiri satu-satunya grup kesenian Reog Sunda yang masih eksis adalah Mbah Karna dan kawan-kawan. Ia bersama tiga rekannya terus melestarikan budaya tanah pasundan di tengah gempuran budaya luar.

“Kesenian dan kebudayaan bukan hanya sekedar menghibur tapi harus juga mendidik dan membentuk. Reog ini bukan sekedar lucu tapi ada pesan-pesan di dalamnya. Itu yang menjadi metode kita, karena Pilkada ini seperti yang saya sampaikan harus mencerahkan dan menyejukan. Tadi disampaikan pesan-pesan itu dengan cara-cara yang pas, dengan lelucon yang segar dipadu dengan musik tradisional dan modern,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026

29 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Politik