Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Politik

Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga

badge-check


					Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga Perbesar

Kampanye  kali ini giliran kawasan Bogor Utara yang didatangi pasangan calon nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim (Badra). Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Tanahsewa, Ciparigi, diisi agenda hiburan tradisional Dogdog Reog Milenium (Doremi). Selain itu, keduanya menyempatkan mengunjungi pernikahan salah satu warga hingga menengok warga sakit, Sabtu (3/3/2018)

Cawalkot Bogor Bima Arya mengatakan, dalam periode berikutnya pihaknya akan fokus mewujudkan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga yang dipenuhi dari derajat kualitas masyarakat dan lingkungan yang memadai. “Tidak sekedar membangun infrastruktur, tapi juga sumber daya manusianya,” ungkap Bima.

Di Bogor Utara, Bima menerima banyak aspirasi seputar kesehatan. “Lebih banyak soal kesehatan, tadi saya mengunjungi warga sakit. Rata-rata sudah ada BPJS, fokus kami lebih kepada bagaimana mereka lebih diperhatikan lagi oleh para aparatur di wilayah. Termasuk nanti ke depannya kami menyiapkan dokter keluarga yang merupakan bagian dari salah satu program utama Badra,” jelas dia.

Bima Arya menambahkan, program dokter keluarga dicanangkan untuk memperkuat layanan puskesmas hingga RSUD yang sudah ada. Tugas dari dokter keluarga nantinya bersifat pencegahan, deteksi dini hingga pengendalian penyakit kronis.

“Dokter keluarga juga bertugas mempromosikan pola hidup sehat. Melalui program ini, angka orang sakit diharapkan dapat dikendalikan sehingga jumlah kunjungan ke rumah sakit jadi berkurang. Dokter keluarga lebih banyak bertugas mencegah orang agar tidak sakit atau yang sudah sakit diharapkan penyakitnya tidak lebih parah,” beber pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Sementara itu, di lapangan Kampung Tanahsewa Ciparigi, penampilan grup Reog Sunda sukses menghibur warga. Reog Sunda merupakan kesenian khas Jawa Barat yang memadukan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita sosial. Hiburan rakyat ini pun boleh dibilang nyaris punah di ‘rumah’ sendiri. Di Kota Bogor sendiri satu-satunya grup kesenian Reog Sunda yang masih eksis adalah Mbah Karna dan kawan-kawan. Ia bersama tiga rekannya terus melestarikan budaya tanah pasundan di tengah gempuran budaya luar.

“Kesenian dan kebudayaan bukan hanya sekedar menghibur tapi harus juga mendidik dan membentuk. Reog ini bukan sekedar lucu tapi ada pesan-pesan di dalamnya. Itu yang menjadi metode kita, karena Pilkada ini seperti yang saya sampaikan harus mencerahkan dan menyejukan. Tadi disampaikan pesan-pesan itu dengan cara-cara yang pas, dengan lelucon yang segar dipadu dengan musik tradisional dan modern,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

9 October 2026 - 19:59 WIB

Tok, DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

7 October 2026 - 07:52 WIB

Trending on Kabar Politik