Menu

Dark Mode
PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC) Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

Kabar Bogor

Masih Pro Kontra, Apartemen Sekitar Stasiun Bogor Sudah Dipasarkan

badge-check


					Masih Pro Kontra, Apartemen Sekitar Stasiun Bogor Sudah Dipasarkan Perbesar

Pembangunan di Kota Bogor begitu pesat, jumlah apartemen yang berdiri pun bak jamur di musim hujan. Salah satunya apartemen di sekitar stasiun Bogor.

Meski pun masih pro kontra terkait pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor, namun pihak pengembang sudah mulai memasarkan apartemennya. Demikian dikatakan wakil ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono  kepada kabar online.

“Kami menyoroti maraknya apartemen yang sudah menjual unitnya, padahal fisiknya belum dibangu. Bahkan IMBnya belum ada. Kok bisa yah mereka memasarkan,” kata Heri.

Heri menambahkan, DPRD Kota Bogor melihat Pemerintah Kota Bogor masih belum mampu menggali dan menarik uang rakyat dari pajak dan retribusi yang seharusnya masuk ke kas negara.

“DPRD juga menyesali terhadap tampilan pembahasan anggaran yang selalu minus atau defisit sementara potensi PAD Kota Bogor terabaikan.Melihat postur pembahasan anggaran yang selalu defisit itulah, DPRD berencana mematok peningkatan PAD diatas 1 T di Kota Bogor sebagai salah satu solusinya,” katanya.

DPRD lanjutnya, merasa prihatin dengan kinerja Bapenda Kota Bogor yang belum maksimal dalam menarik pajak dan retribusi sehingga potensi uang masuk tersebut menjadi hilang, salah satunya adalah bagaimana potensi pajak di sektor properti belum di sentuh sama sekali.

“Di Kota Bogor banyak sekali dibangun appartemen, satu appartemen bisa memiliki sekitar 2000 unit. Satu unit apartemen yang sudah jadi dan mereka membayar pajak, minimal ada pemasukan ke kas Kota Bogor sekitar Ro25 juta. Dihitung dari pembayaran BPHTB sebesar 5 persen dari nilai obyek. Kalau ada 2000 unit berarti satu apartemen bisa memberikan PAD 50 milyar, tetapi potensi pajak ini tidak tersentuh karena rata rata pemilik apartemen tidak mau membayar pajak BPHTB dengan tidak mengurus AJB kepemilikan unit apartemen,” jelasnya.

Bapenda lanjutnya, harus bisa mencari solusi bagaimana memaksa pemilik apartemen agar taat membayar pajak karena mereka sudah menikmati fasilitas tersebut. Jika potensi pajak satu apartemen bisa 50 milyar, tinggal dikalikan berapa jumlah apartemen di Kota Bogor.

“Ada 10 saja sudah 500 milyar sebuah nilai yang fantastis dan bisa menutupi defisit APBD, itulah mengapa dalam rapat badan anggaran dengan TAPB kita meminta agar dicari solusi menarik uang rakyat tersebut.DPRD ingin memberikan solusi bagi Pemerintah Kota Bogor dalam memecahkan masalah ini, semua ini agar rakyat Kota Bogor bisa menikmati hasil pembangunan,” jelasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jenal Mutaqin Kenalkan Siswa Sesko TNI pada Sejarah dan Kesenian Bogor

15 July 2026 - 08:20 WIB

Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor Difungsikan Sementara Jadi Area Parkir

14 July 2026 - 22:21 WIB

Proyek Trase Baru Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Desak Pemkot Konsisten Awasi Kontraktor

13 July 2026 - 22:12 WIB

Dianggap Candu, Meta Diminta Ubah Desain Instagram dan Facebook

13 July 2026 - 15:23 WIB

Gerak Jalan Sehat Harkopnas Meriah, Ketua DPRD Bogor Apresiasi Peran Koperasi

12 July 2026 - 19:22 WIB

Trending on Kabar Bogor