Menu

Dark Mode
Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026 Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja Preorder Tecno Camon 50 Dibuka, Bonus Menggoda & Bocoran Spek Duel 50 Menit! Lele Raksasa Nyaris 3 Meter Ditaklukkan Hollywood Terancam Punah? AI China Bisa Buat Video Ultra Realistis Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak?

Kabar Bogor

80 Kasus Narkoba Dibongkar Polresta Bogor Kota

badge-check


					80 Kasus Narkoba Dibongkar Polresta Bogor Kota Perbesar

Sejumlah barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang yang tidak diketahui pemiliknya dimusnahkan jajaran Polresta Bogor Kota Selasa (15/8/2017).

Narkoba tersebut ditemukan di pinggir jalan sejak beberapa bulan yang lalu. Petugas yang melakukan penyelidikan kesulitan menemukan pemilik barang tersebut sehingga barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya dalam eksposnya mengatakan barang bukti yang ditemukan di sejumlah lokasi yang berbeda itu antara lain ganja seberat 3,5 kg, sabu 6,22 gram, 2.000 pil jenis eximer dan 4.000 butir pil jenis tryhex serta 5 jerigen minuman keras jenis ciu. “Jadi ada temuan narkotika. Namun tanpa ada pemiliknya. Barang bukti tersebut kemudiab diamankan ke Polres, guna penyelidikan. Namun sejak Januari hingga sekarang, petugas tidak berhasil menemukan pemilik barang itu,” ujar Ulung.

Selain itu, selama beberapa bulan terakhir, jajajarannya berhasil menangkap 125 tersangka kasus narkoba. Para tersangka terlibat dalam kasus narkoba berbagai jenis yang berbeda dengan total kasus sebanyak 80 kasus. Sebagian kasus, lanjut Ulung sudah diserahkan ke kejaksaan untuk disidang.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan semakin masifnya penindakan jajaran kepolisian terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba membuat ruang gerak para bandar mulai menyempit. Bahkan, sejumlah bandar besar rela merugi dengan meninggalkan narkoba yang akan dijualnya di suatu tempat agar tidak tertangkap.

“Ini salahsatu buktinya. Jadi, mereka melakukan berbagai cara supaya tidak tertangkap. Bahkan dengan meninggalkan barang dagangannya di pinggir jalan,” ujarnya.

Upaya ini juga menjadi cara para bandar agar jaringan mereka sulit dilacak oleh petugas kepolisian. “Transaksi mereka tidak pernah bertemu langsung, selalu jual putus. Hal itu yang sampai sekarang menyulitkan petugas mengungkap bandar besarnya. Meskipun, operasi terus digelar secara masif,” tuturnya.

Deni Hendrayana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Denny Mulyadi: Pramuka Harus Jadi Agen Perubahan Positif

13 February 2026 - 11:32 WIB

Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan

12 February 2026 - 22:12 WIB

Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe

12 February 2026 - 22:05 WIB

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

Trending on Kabar Bogor