DPRD Kota Bogor Dukung Penuh Pendidikan Karakter Bagi Pelajar

Secara sederhana pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter anak didik. Salah satu faktor yang mendorong adanya pendidikan ini adalah karena adanya krisis moral yang mengancam bangsa ini. Krisis moral yang dimaksud diantaranya maraknya kekerasan pada anak, pencurian, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi bahkan sikap menyontek ketika ulangan atau ujian juga masuk ke dalam krisis moral.

paripurna

paripurna

Terkait hal itu, DPRD Kota Bogor mendukung penuh pelaksanaan pendidikan karakter bagi pelajar (peserta didik) di Kota Bogor, menyusul terbitnya Peraturan Walikota (Perwali) No. 31 tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter NgaBogor Pada Satuan Pendidikan Kota Bogor. Perwali ini telah diundangkan dalam berita daerah Kota Bogor pada 20 Juli 2016 lalu dan dalam waktu dekat ini akan dilaunching sekaligus disosialisasaikan ke semua kalangan di Kota Bogor.

Pendidikan Karakter merupakan pendidikan yang sangat penting, untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas khususnya di Kota Bogor. Ada banyak sekali karakter yang dapat ditumbuhkan lewat pendidikan karakter, diantaranya adalah percaya diri, kritis, logis, rasional dapat dipercaya, jujur, pemaaf, malu berbuat salah, hingga pekerja keras, demikian ungkap Najamudin, salah seorang anggota DPRD Kota Bogor.

DPRD Kota Bogor sepenuhnya mendukung pelaksanaan pendidikan karakter ini, sebab pendidikan karakter telah menjadi perhatian semua fihak dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan, khususnya di Kota Bogor.

“Kami minta kepada jajaran dinas pendidikan untuk segera menyosialisasikan Perwali tersebut kepada seluruh stake holder, agar nanti dalam pelaksanaanya tidak menemui hambatan berarti,” pinta Najamudin.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman, bahwa pendidikan karakter dapat diartikan sebagai usaha secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal agar lahir anak-anak didik yang memiliki akhlak mulia. Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

“Kami tengah mempersiapkan segala sesuatunya sebagai persiapan sosialisasi Perwali tersebut,”ujar Edgar Suratman.

Pendidikan Karakter NgaBogor bagi jajaran pendidikan di Kota Bogor dari semua tingkatan bukanlah hal yang asing, sebab sejak beberapa tahun terakhir ini telah disosialisasikan tentang konsep NgaBogor diseluruh sekolah dari semua tingkatan. Dengan ditebitkannya Perwali No. 31 tahun 2016 tentang Pedoman Pendidikan Karakter NgaBogor, sudah barang tetntu menjadi landasan hukum yang kuat untuk melaksanakan pendidikan karakter bagi para peserta didik di Kota Bogor.

Peraturan Walikota Bogor No. 31 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karekter NgaBogor ini, terdiri dari 13 bab dan 32 pasal. Adapun maksud dan tujuan penyelenggaraan pendidikan karakter NgaBogor ini sebagaimana tertuang pada Bab II pasal 2 adalah untuk membentuk generasi anak bangsa yang beriman, cerdas, terampil, cinta tanah air dan daerahnya, mandiri, mampu beradaptasi dengan lingkugannya, berwawsan luas dan berbudi pekerti luhur.

Sedangkan pengertian pendidikan karakter NgaBogor sebagaimana tertuang pada Bab I pasal 1 poin 19 adalah pendidikan karakter yang dilaksanakan di Kota Bogor yang sebagian atau seluruh kegiatan pembelajaran bersumber dari Ageman NgaBogor yakni seperangkat nilai kebaikan masyarakat Bogor yang dirumuskan dan akan terus dikembangkan ke dalam beberapa kalimat sebagai acuan untuk melaksanakan kebaikan dalam kegiatan hidup manusia Bogor.

Sementara pengertian NgaBogor sendiri sebagaimana tertuang pada poin 20 adalah singkatan untuk ngajati diri urang Bogor, yakni suatu proses untuk menggali, merumuskan dan melaksanakan kegiatan hidup manusia yang bersumber pada nilai-nilai kebaikan dan kearifan lokal Kota Bogor.

Sedangkan ruang lingkup peraturan ini sebagaimana tertuang dalam Bab III pasal 4 antara lain mencakup ; a. Prinsip, b. Nilai dasar karakter NgaBogor, c. Pedoman penerapan pendidikan karakter NgaBogor yakni 1. NgaBogor Bodas yaitu proses dan bentuk kegiatan hidup manusia yang terkait dengan pembentukan dan pengembangan karakter diri sendiri serta hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. 2. NgaBogor Bulao yaitu proses dan bentuk kegiatan hidup manusia yang terkait dengan pembentukan dan pengembangan karakter diri sendiri dibangun lewat hubungan dengan sesamanya. 3. NgaBogor Hejo yaitu proses dan bentuk kegiatan hidup manusia yang terkait dengan pembentukan dan pengembangan karakter diri sendiri yang dibangun melalui hubungan diri dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Prinsip pelaksanaan pendidikan karakter NgaBogor di Kota Bogor, sebagaimana tertuang dalam bab IV pasal 5 yakni usaha membina dan mengasuh peserta didik agar berkarakter berdasarkan nilai-nilai kearifan Bogor yang terintegrasi dengan kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Sedangkan nilai dasar pendidikan karakter NgaBogor, sebagaimana tertuang pada Bab V pasal 6 ayat 1. menyebutkan Pendidikan karakter NgaBogor diselenggarakan dengan berpedoman kepada Ageman Ngabogor sebagai landasan filosofis nilai karakter sejati masyarakat Bogor. Sedangkan ayat 2 menyebutkan bahwa Ageman NgaBogor merupakan kumpulan kegiatan yang ditulis kedalam kalimat aksi menggunakan bahasa Sunda khas Bogor. Ageman NgaBogor sendiri memuat tiga nilai dan memiliki satu nilai kelimat utama sebagaimana tertuang pada pasal 6 ayat 3 meliputi poin a. NgaBogor Bodas adalah setiap aktivitas atau kegiatan manusia yang didalamnya mengandung nilai hubungan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. poin b. NgaBogor Bulao adalh setiap aktivitas atau kegiatan manusia yang didalamnya mengandung nilai hubungan kebaikan antara manusia dengan sesamanya. Dan poin c. NgaBogor Hejo adalah setiap aktivitas atau kegiatan manusia yang didalamnya mengandung nilai kebaikan hubungan antara manusia dengan alam dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ageman NgaBogor dirumuskan, dilahirkan dan dideklarasikan oleh segenap warga masyarakat dan insan peduli pendidikan di Kota Bogor dalam forum sresehan NgaBogor yang diselenggarakan pada 22 April 2015 silam.

Menurut Edgar, Pada pelaksanaanya nanti, Ageman NgaBogor disampaikan oleh guru kepada peserta didik melalui beberapa kegiatan antara lain; memfasilitasi peserta didik mengenali Ageman NgaBogor pada awal kegiatan pembelajaran dan kemudian mengingatkan/menantang peserta didik untuk bertindak sesuia dengan salah satu atau seluruh nilai Ageman NgaBogor selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Diakhir kegiatan pembelajaran guru merefleksikan Ageman NgaBogor yang telah atau tidak terlihat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Memanfaatkan budaya Bogor sebagai bahan ajar atau bahan pendukung materi ajar untuk menanamkan nilai-nilai Ageman NgaBogor selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu, menciptakan kegiatan pembelajaran kreatif khas Ageman NgaBogor yang kegiatan dan materinya memiliki kesesuaian dengan standar isi dan kurikulum nasional.

Dalam hal melaksanakan kegiatan pembelajaran, jelas Edgar, sebagaimana maksud diatas, jenjang pendidikan dasar dapat mengintegrasikan muatan lokal (Mulok) Daerah Bogor kedalam proses pembelajaran. Dalam Hal melaksanakan dan menerapkan Pendidikan karakter NgaBogor dalam kegiatan belajar mengajar, guru diharapkan merancang dan menulis modul kegiatan pembelajaran karakter NgaBogor sebagaimana bahan ajar ataupun pelengkap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

###

print

You may also like...