Menu ✖

Dark Mode
Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini

Kabar Bogor

Wujudkan Ketahanan Pesisir, Seameo Biotrop Gelar IWCC

badge-check


					Wujudkan Ketahanan Pesisir, Seameo Biotrop Gelar IWCC Perbesar

Seameo Biotrop mengadakan Internasional Workshop in Climate Change (IWCC) dengan tema “Indonesia Sea as Global Climate Engine: Climate Change and Coastal Resilience” pada 7-8 Oktober 2021 secara daring dan luring.

Workshop ini diharapkan menjadi tempat untuk berbagi pengetahuan dan peningkatan pemahaman publik tentang bagaimana pentingnya mewujudkan ketahanan pesisir serta meningkatkan interaksi antara pemerintah, universitas, praktisi dan mitra pembangunan untuk mengelola bencana pesisir menuju ketahanan pesisir.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University yang juga merupakan Dewan Pembina Seameo Biotrop dari Indonesia, Prof Arief Satria. Arief Satria dalam sambutan pembukaanya menyatakan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia adalah salah satu latar belakang akan kebutuhan terhadap konsep agro maritim sebagai fokus pembangunan.

Konsep agro maritime 4.0, menurut Arief, diperlukan untuk menjaga aset keanekaragaman hayati dari gunung ke laut yang kemungkinan rusak karena perubahan iklim. Ia berharap IWCC akan menjadi tempat untuk berbagi dan berdiskusi untuk mendapatkan solusi terbaik untuk masalah keanekaragaman hayati yang disebabkan oleh perubahan iklim di banyak negara di dunia.

Arief juga berharap lokakarya ini akan menghasilkan working paper untuk menyebarkan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati selama perubahan iklim.

Sementara Direktur Seameo Biotrop Dr. Zulhamsyah Imran dalam sambutannya menyampaikan bahwa Seameo Biotrop melakukan refocusing program dan area prioritas. Program unggulan refocusing yang terdiri dari restorasi dan konservasi ekosistem, keanekaragaman hayati penggunaan berkelanjutan, bioenergi, bioteknologi untuk mendukung ketahanan pangan, dan ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim global, dalam integrasi dengan teknologi 4.0.

Hal ini, kata Zulhamsyah, merupakan tindakan nyata untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati untuk menanggapi ancaman perubahan iklim. Ia mengundang semua lembaga yang terlibat untuk berkolaborasi satu sama lain untuk bekerja sama dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati.

Kegiatan itu diikuti peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa, guru SMA atau Sekolah Kejuruan dan masyarakat umum dari beberapa negara di Asia Tenggara baik sebagai peserta maupun narasumber. Empat orang pembicara dari Amerika Serikat dan satu dari Inggris juga turut berpartisipai dalam kegiatan ini.

Workshop internasional ini terbagi menjadi plenary speech, parallel, dan talkshow serta sebanyak 24 materi dipresentasikan dalam kegiatan itu.

 

penulis pratama/rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

Trending on Kabar Bogor