Menu

Dark Mode
Bocah 9 Tahun Bikin Museum dan Sabet Guiness World Record Fakta Unik Tata Kota Barcelona Kotak-kotak, Ini Sejarahnya Keputusan MK: Kuota Harus Bisa Dipakai Sampai Habis Potensi Ekonomi Digital Indonesia Kalau Didukung AI Sentuh Rp 66 Triliun Terungkap, Gates Foundation 30 Kali Ketemu Epstein, Ada Bill Gates Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

Kabar Lifestyle

Terungkap, Gates Foundation 30 Kali Ketemu Epstein, Ada Bill Gates

badge-check


					Terungkap, Gates Foundation 30 Kali Ketemu Epstein, Ada Bill Gates (Foto: AP: Jon Elswick/File) Perbesar

Terungkap, Gates Foundation 30 Kali Ketemu Epstein, Ada Bill Gates (Foto: AP: Jon Elswick/File)

Menurut audit eksternal, Gates Foundation sekitar 30 kali bertemu dengan Jeffrey Epstein. Itu juga termasuk pertemuan Bill Gates dengan sang predator seksual.

Pertemuan tersebut terjadi antara 2011 hingga 2014, padahal beberapa staf sudah menyadari dan khawatir dengan skandal kejahatan seksual yang dilakukan oleh Epstein.

Tinjauan terhadap yayasan amal milik co-founder Microsoft itu dilakukan mulai Maret ini, setelah Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait Epstein (Epstein Files). Di antara file tersebut, terdapat sejumlah email yang menyeret nama Bill Gates. Ada juga beberapa foto di mana Gates kedapatan menghabiskan waktu dengan Epstein.

Melansir The Guardian, Kamis (23/7/2026), dikatakan bahwa laporan hasil lima bulan penyelidikan ini didasarkan atas lebih dari 50 wawancara dengan personel yayasan saat ini dan mantan personel yayasan, termasuk Gates, dan meninjau materi tertulis yang relevan dengan tinjauan tersebut, menurut firma hukum WilmerHale.

“WilmerHale tidak menemukan bukti partisipasi atau pengetahuan tentang operasi perdagangan seks atau aktivitas kriminal Epstein yang sedang berlangsung,” demikian ringkasan laporan tersebut.

Disampaikan pula WilmerHale tidak menemukan bukti bahwa Gates Foundation secara bersamaan mengetahui penggunaan nama yayasan oleh Epstein untuk membantu memuluskan perilakunya. WilmerHale juga tidak menemukan bukti Epstein dibayar oleh yayasan tersebut.

Menurut laporan baru tersebut, Epstein diperkenalkan kepada Gates dan personel yayasan lainnya pada tahun 2011. Pelakunya adalah seorang penasihat yang memegang peran ganda di yayasan dan di kantor pribadi Gates.

Tinjauan tersebut menemukan interaksi yayasan dengan Epstein melibatkan dua hal yakni diskusi tentang ‘potensi pembentukan entitas dana yang dikelola oleh donor’ dan ‘keterlibatan Gates dengan organisasi nirlaba yang kemudian menjadi penerima hibah yayasan’.

WilmerHale mengatakan mereka mengidentifikasi sekitar 30 pertemuan antara Epstein dan sepuluh pemimpin dan staf yayasan, termasuk Gates, dari tahun 2011 hingga 2014. Itu juga termasuk satu pertemuan di kampus yayasan dan beberapa pertemuan di kediaman Epstein di Manhattan.

“Pertemuan yayasan dengan Epstein tampaknya berfokus pada konsep DAF, keterlibatan donor, strategi polio yayasan, dan perkenalan dengan IPI,” bunyi ringkasan laporan tersebut.

“Berdasarkan wawancara dan peninjauan catatan yayasan yang tersedia, WilmerHale tidak menemukan bukti bahwa pertemuan-pertemuan ini tidak terkait dengan filantropi atau melibatkan perilaku ilegal,” simpul mereka.

Laporan tersebut juga menyimpulkan Gates telah memiliki kekhawatiran reputasi terkait dengan hukuman dan vonis Epstein sebelumnya atas pelanggaran seksual, bahkans sejak ia mulai berbicara dengannya pada tahun 2011. Lalu dikatakan bahwa staf yayasan telah berulang kali menyampaikan risiko berasosiasi dengan Epstein karena hukuman sebelumnya, dan kekhawatiran tersebut telah disampaikan kepada pimpinan senior, termasuk Bapak Gates.

Dalam siaran pers terbaru, Gates Foundation menuturkan dewan pengurusnya telah menyetujui serangkaian rekomendasi berdasarkan temuan dalam laporan tersebut. Contohnya menciptakan proses penyaringan terpusat untuk broker, penasihat donor, pendana bersama, dan masih banyak lagi.

Gates mengatakan dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa menyelesaikan tinjauan ini merupakan langkah penting dalam memberikan kejelasan yang layak diterima oleh mitra, karyawan, dan penerima hibah, serta memperkuat pengawasan kami dengan kebijakan tambahan ke depannya.

“Pekerjaan yang dilakukan yayasan untuk menyelamatkan nyawa dan membuka peluang sehingga orang-orang di mana pun dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif, lebih penting dari sebelumnya,” katanya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kepercayaan dan transparansi tidak pernah dikompromikan,” tutupnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bocah 9 Tahun Bikin Museum dan Sabet Guiness World Record

24 July 2026 - 11:41 WIB

Fakta Unik Tata Kota Barcelona Kotak-kotak, Ini Sejarahnya

24 July 2026 - 11:38 WIB

Keputusan MK: Kuota Harus Bisa Dipakai Sampai Habis

24 July 2026 - 11:33 WIB

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Kalau Didukung AI Sentuh Rp 66 Triliun

24 July 2026 - 11:29 WIB

Kepala BGN Mundur untuk Berobat Jantung, Netizen Kaget & Ramai Mendoakan

22 July 2026 - 12:40 WIB

Trending on Kabar Lifestyle