Ternyata Ini Penyebab Air PDAM Kota Bogor Padam

Padamnya aliran air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di zona 3 dan 4 beberapa hari terakhir. Seperti di wilayah Kecamatan Bogor Utara, Bogor Tengah, Tanah Sareal dan Bogor Barat, akibat tingkat kekeruhan tinggi air baku di Sungai Cisadane.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Syaban Maulana melalui Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti menuturkan, sumber air baku PDAM dari Sungai Cisadane mengalami tingkat kekeruhan tinggi akibat erosi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Air dan erosi DAS tersebut masuk ke intake PDAM di Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

“Bak presidementasi di Intake Ciherang Pondok dipenuhi air berlumpur, sehingga berpengaruh pada inllet Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng dan Cipaku,” kata Rinda di ruang kerjanya, Selasa (18/7/2017).

IMG-20170718-WA0015Air baku yang disertai lumpur dari Intake Ciherang Pondok itu terbawa masuk ke jalur pipa transmisi IPA Dekeng dan IPA Cipaku, sebagian lumpur terjebak di dalam pipa dan menghambat airan air baku.

“Ada lumpur yang terjebak di dalam pipa, sehingga debit inlet ke IPA Dekeng dan Cipaku menjadi berkurang dari 1.900 liter perdetik menjadi 1.790 liter perdetik,” kata Rinda.

Menyiasatinya, lanjut mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu, petugas melakukan flushing (pengurasan pipa) melalui beberapa titik wash out di sepanjang jalur pipa transmisi. Jajaran pejabat struktural di lingkungan PDAM Kota Bogor, antara lain Direktur Teknik Syaban Maulana, Kepala Bagian Produksi Adi Gunadi, Kepala Sub Bagian Sumber Makmur Gunawan, Kepala Sub Bagian Pengolahan Asep Yoga serta petugas Transmisi dan Distribusi menyusuri jalur pipa transmisi sekaligus meninjau langsung proses flushing tersebut.

“Bapak Dirtek (direktur teknik) memimpin langsung proses penyusuran jaringan pipa dari Intake Ciherang Pondok ke IPA Dekeng sepanjang 6 kilometer. Kegiatan flushing ini kita lakukan agar Debit IPA Dekeng dan Cipaku kembali normal, sekitar 1.900 liter perdetik,” kata Rinda.

Diketahui sebelumnya, sejumlah wilayah di zona 3 dan 4 mengalami gangguan pasokan air bersih dalam beberapa waktu terakhir. Mewakili manajemen, Rinda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas terjadinya gangguan ini.“Petugas kami di lapangan masih terus melakukan upaya perbaikan agar pasokan ke pelanggan kembali normal,” kata Rinda.

Rinda mengimbau para pelanggan untuk menghemat air dan menampung air saat masih mengalir. “Mengingat penanganan gangguan masih terus berlangsung, kami terus mengingatkan pelanggan untuk tetap menampung air dalamTorn/ bak penampungan atau ember-ember. Kami berupaya agar penanganan cepat selesai, sehingga gangguan pengaliran dapat segera teratasi dan pengaliran kembali normal,” tutup Rinda.

Pratama.

print

You may also like...