Menu

Dark Mode
Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal ​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026 China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

Kabar Lifestyle

Temuan Mengagetkan Hiu Warna Oranye dan Bermata Putih

badge-check


					Foto: Independent Perbesar

Foto: Independent

Seekor hiu dengan penampilan oranye mencolok dan bermata putih, ditangkap di lepas pantai Kosta Rika. Hiu berjenis perawat atau karpet itu, yang panjangnya sekitar 1,8 meter, menonjol dari warna spesies yang biasanya cokelat.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, hiu itu ditangkap oleh pemancing setempat di dekat Taman Nasional Tortuguero, pada kedalaman 37 meter. Lalu bagaimana bisa warnanya oranye?

Para peneliti percaya penampilan yang tidak biasa itu disebabkan oleh kondisi xanthisme yang juga dikenal sebagai xanthochroism. Itu adalah suatu kondisi pigmentasi yang menciptakan warna kuning atau emas yang berlebihan pada kulit hewan karena kurangnya pigmentasi merah.

Menurut penelitian Universitas Federal Rio Grande, kondisi langka ini belum pernah terlihat pada ikan bertulang rawan, kelompok yang mencakup hiu, pari, dan ikan pari, di Karibia sebelumnya. Hiu itu juga menunjukkan ciri-ciri albinisme dengan sepasang mata putih yang mencolok.

Hiu perawat biasanya memiliki kulit cokelat untuk membantu mereka menyatu dengan dasar laut. Memiliki kulit oranye terang atau mata putih dalam kasus albinisme, membuat mereka lebih terlihat dan karenanya, lebih rentan terhadap predator di alam liar.

Tidak seperti kebanyakan hiu yang harus terus berenang untuk bernapas, spesies hiu perawat memiliki sistem khusus yang memungkinkan mereka bernapas tanpa berenang.

Peneliti berpendapat bahwa hewan dengan xantisme memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah, namun tampaknya hiu ini aman. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh mutasi genetik, tetapi faktor-faktor lain, termasuk pola makan, juga dapat memengaruhi pigmentasi.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi faktor genetik atau lingkungan yang memengaruhi anomali pigmentasi langka ini pada hiu,” kata para peneliti.

Xantisme dianggap sangat langka di seluruh kerajaan hewan. Kasus terkonfirmasi terbatas di segelintir ikan, reptil, dan burung. Kondisi ini telah menghasilkan morf kuning cerah pada ikan air tawar, sementara burung seperti beo dan kenari terlihat memiliki bulu keemasan karena kondisi tersebut. Ada juga laporan sesekali tentang ular dan kadal berwarna kuning yang tidak biasa.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya

21 June 2026 - 19:25 WIB

China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya

21 June 2026 - 19:21 WIB

Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya!

21 June 2026 - 19:16 WIB

Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

21 June 2026 - 19:12 WIB

Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat

21 June 2026 - 19:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle