Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

Temuan Mengagetkan Hiu Warna Oranye dan Bermata Putih

badge-check


					Foto: Independent Perbesar

Foto: Independent

Seekor hiu dengan penampilan oranye mencolok dan bermata putih, ditangkap di lepas pantai Kosta Rika. Hiu berjenis perawat atau karpet itu, yang panjangnya sekitar 1,8 meter, menonjol dari warna spesies yang biasanya cokelat.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, hiu itu ditangkap oleh pemancing setempat di dekat Taman Nasional Tortuguero, pada kedalaman 37 meter. Lalu bagaimana bisa warnanya oranye?

Para peneliti percaya penampilan yang tidak biasa itu disebabkan oleh kondisi xanthisme yang juga dikenal sebagai xanthochroism. Itu adalah suatu kondisi pigmentasi yang menciptakan warna kuning atau emas yang berlebihan pada kulit hewan karena kurangnya pigmentasi merah.

Menurut penelitian Universitas Federal Rio Grande, kondisi langka ini belum pernah terlihat pada ikan bertulang rawan, kelompok yang mencakup hiu, pari, dan ikan pari, di Karibia sebelumnya. Hiu itu juga menunjukkan ciri-ciri albinisme dengan sepasang mata putih yang mencolok.

Hiu perawat biasanya memiliki kulit cokelat untuk membantu mereka menyatu dengan dasar laut. Memiliki kulit oranye terang atau mata putih dalam kasus albinisme, membuat mereka lebih terlihat dan karenanya, lebih rentan terhadap predator di alam liar.

Tidak seperti kebanyakan hiu yang harus terus berenang untuk bernapas, spesies hiu perawat memiliki sistem khusus yang memungkinkan mereka bernapas tanpa berenang.

Peneliti berpendapat bahwa hewan dengan xantisme memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah, namun tampaknya hiu ini aman. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh mutasi genetik, tetapi faktor-faktor lain, termasuk pola makan, juga dapat memengaruhi pigmentasi.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi faktor genetik atau lingkungan yang memengaruhi anomali pigmentasi langka ini pada hiu,” kata para peneliti.

Xantisme dianggap sangat langka di seluruh kerajaan hewan. Kasus terkonfirmasi terbatas di segelintir ikan, reptil, dan burung. Kondisi ini telah menghasilkan morf kuning cerah pada ikan air tawar, sementara burung seperti beo dan kenari terlihat memiliki bulu keemasan karena kondisi tersebut. Ada juga laporan sesekali tentang ular dan kadal berwarna kuning yang tidak biasa.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle