Tembok KRB Roboh, Kontraktor Harus Tanggungjawab

image

ak hanya menyoroti soal kelanjutan proyek pembangunan jalan R3 seksi tiga, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman juga mengkritisi proyek pekerjaan peningkatan jalan, trotoar, dan drainase dalam pengembangan kota pusaka Bogor yang berlokasi di sekitar kawasan Tugu Kujang di Jalan Otista.

Pasalnya, dikatakan Usmar, Kamis (01/10/15), dua kegiatan proyek itu satu sama lain saling beririsan dan tumpah tindih. Yang satu proyek plaza heritage bagian dari pengembangan kota pusaka, sementara satu lainnya proyek pedestrian.

“Ini semestinya secara konstruksi disepakati oleh kontraktor plaza heritage dan pedestrian,” ujarnya.

Terjadinya tumpah tindih pekerjaan proyek itu, menurut Usmar, lantaran fungsi koordinasi yang tidak berjalan diantara kedua belah pihak kontraktor. “Seharusnya kedua pihak ini saling mengetahui,” imbuhnya.

Lantaran tidak adanya koordinasi dan antisipasi, lanjut Usmar, maka terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kejadian robohnya dinding tembok milik Kebun Raya Bogor (KRB). “Dengan kejadian itu maka pihak kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya.
(Raditya)

print

You may also like...