Menu

Dark Mode
Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

Kabar Lifestyle

Teknologi Kabel Laut Baru Ini Bikin Internet RI Makin Ngebut, Kapasitas Tembus 1 Tbps

badge-check


					Teknologi Kabel Laut Baru Ini Bikin Internet RI Makin Ngebut, Kapasitas Tembus 1 Tbps (Foto: DW (News))
Perbesar

Teknologi Kabel Laut Baru Ini Bikin Internet RI Makin Ngebut, Kapasitas Tembus 1 Tbps (Foto: DW (News))

Koneksi internet di Indonesia diproyeksikan bakal semakin cepat dan stabil setelah Matrix Networks Pte Ltd dan PT NAP Info Lintas Nusa (NAP Info) mengaktifkan teknologi optik koheren terbaru pada kabel laut Batam-Jakarta di Matrix Cable System (MCS).

Peningkatan teknologi ini dilakukan menggunakan solusi GeoMesh Extreme dari Ciena yang didukung teknologi WaveLogic 6 Extreme (WL6e). Dengan teknologi tersebut, jalur kabel bawah laut sepanjang 1.055 kilometer itu kini mampu membawa kapasitas data hingga 1 Tb/s per panjang gelombang.

Langkah ini menjadi penting karena kabel bawah laut merupakan tulang punggung utama internet global, termasuk koneksi Indonesia ke pusat data, layanan cloud, hingga hub internet internasional di Singapura.

Direktur Matrix NAP Info, Omar Syarif Nasution mengatakan peningkatan teknologi pada jalur Batam-Jakarta dilakukan untuk menjawab lonjakan trafik internet yang terus meningkat akibat pertumbuhan layanan cloud, artificial intelligence (AI), streaming video, hingga distribusi konten digital.

“Implementasi teknologi optik koheren paling mutakhir ini memastikan backbone konektivitas internasional Indonesia siap menghadapi kebutuhan bandwidth di era AI dan cloud,” ujarnya yang dikutip dari Detikom, Minggu (24/5/2026).

Berbeda dengan pembangunan kabel baru yang membutuhkan investasi besar dan waktu panjang, teknologi WL6e memungkinkan operator meningkatkan kapasitas kabel laut yang sudah ada secara lebih efisien. Teknologi ini bekerja dengan meningkatkan efisiensi spektrum sehingga lebih banyak data bisa dikirim dalam jalur serat optik yang sama.

Artinya, kecepatan transfer data menjadi lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kualitas koneksi internet lintas wilayah maupun internasional menjadi lebih stabil.

Matrix NAP Info bahkan disebut menjadi salah satu operator pertama di Asia Tenggara yang berhasil mengimplementasikan teknologi optik koheren generasi terbaru ini pada sistem kabel bawah laut yang sudah aktif beroperasi.

Regional Managing Director ASEAN Ciena, Alex Wong menilai Indonesia kini berkembang menjadi salah satu pusat konektivitas digital strategis di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, kebutuhan terhadap jaringan internet berkapasitas besar akan terus meningkat seiring pertumbuhan AI, cloud computing, dan layanan digital lainnya.

Peningkatan kapasitas kabel laut Batam-Jakarta juga diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital regional karena jalur tersebut selama ini menjadi penghubung utama trafik data domestik dan internasional.

Selain mendukung konektivitas internet, peningkatan jaringan ini juga menopang layanan digital dalam ekosistem Matrix NAP Info seperti internet exchange, data center, cloud, hingga layanan internet korporasi.

Dalam implementasinya, proyek peningkatan kabel laut ini melibatkan Terrabit Networks sebagai mitra terakreditasi Ciena, sementara Ciena Services menangani perencanaan hingga pengelolaan jaringan end-to-end.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat

7 July 2026 - 13:32 WIB

Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia

7 July 2026 - 13:29 WIB

Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI

7 July 2026 - 13:24 WIB

Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

7 July 2026 - 13:21 WIB

Bagaimana Peluang RI ‘Terpanggang’ Gelombang Panas? Ini Kata Pakar

7 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle