Teken MoU Dengan PT SEG, Perumda Tirta Pakuan Bakal Miliki Sumber Air Baru

Kawasan Danau Bogor Raya semakin menjadi perhatian, setelah PT. Sejahtera Eka Graha (SEG) selaku pengembang kawasan Bogor Raya, melaksanakan memorandum of understanding (MOU) dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk kebutuhan penyediaan air bersih di kawasan Bogor Heritage Ecopark yang akan menjadi Icon Baru di kota Bogor. Terlebih danau Bogor Raya ke depan akan dijadikan wahana air internasional bernama Bogor Aquagame.

MOU tersebut langsung ditandatangani Wahyu Kurniawan selaku Direktur Operasional PT. SEG dengan Rino Indira Gusniawan selaku Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan disaksikan Wakil Walikota Dedie A Rachim.

“Bersama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, kami akan melakukan pengelolaan air danau menjadi air baku air minum. Dengan adanya pengembangan kawasan Bogor Heritage Ecopark, PT. SEG berkomitmen untuk mengembalikan fungsi dari Danau Bogor Raya tersebut, sebagai sumber air minum, pengendali banjir dan wisata air, serta rencana akan diserahkan kepada pemerintah Kota Bogor” ungkap Direktur Operasional PT. SEG Wahyu.

Sementara, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pemanfaatan danau untuk kebutuhan air minum merupakan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dalam aturan baru ada perubahan rasio perhitungan layanan air bersih menjadi 1 banding 5 dan ada perubahan bahwa capaian layanan saat ini baru 76 persen. Artinya Perumda Tirta Pakuan harus mencari sumber air baku baru baik air permukaan ataupun air tanah untuk menambah persentasi air. Salah satu sumber air baku yang akan dikelola adalah yang di Danau Bogor Raya dan merupakan sumber air berasal dari air sungai Ciheleut.

“Nanti PT SEG yang akan merevitalisasi danau, kemudian diserahkan ke Pemkot Bogor agar nanti bisa dimanfaatkan oleh Perumda Tirta Pakuan. Jadi pemanfaatan air danau ini untuk memenuhi jumlah layanan air,” jelas Dedie.

Lanjut Dedie, air di danau Bogor Raya berpotensi memiliki 400 liter perdetik. Saat ini kondisi danau sendimentasinya tinggi dan sudah puluhan tahun tidak diurus. Nanti setelah direvitalisasi, baru danau diserahkan menjadi PSU ke Pemkot Bogor.

“Penyerahan PSU itu kondisi danau harus dalam keadaan baik, jadi harus direvitalisasi dulu. Nanti danau pasti diserahkan sebagai PSU, tapi berdasarkan aturan Perda, harus dalam keadaan kondisi baik. Ditargetkan revitalisasi selama satu tahun,” tandasnya.

Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira mengatakan, pihaknya sudah menghitung kebutuhan untuk pengelolaan air bersih di danau Bogor Raya. Jadi, sumber air dari danau itu untuk mengcover kebutuhan pembangunan di Bogor Heritage Ecopark. Potensi nya sekitar 400 liter perdetik dan itu cukup untuk kawasan itu dan pelanggan lainnya.

“Ini peluang bagi Perumda Tirta Pakuan dan peluang bagi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Rino menerangkan, penghitungan kasar untuk kebutuhan anggaran 400 liter per detik sekitar Rp40 miliar ditambah pembangunan reservoar dan jaringan baru. Jadi total sekitar Rp100 miliar untuk pembangunannya,” jelasnya.

Selain itu, di lokasi juga akan dibangun spam baru dengan layanan modern. “Sekarangn sudah mulai mendesain dan menghitung semua dijalankam sesuai peraturan-peraturan berlaku,” pungkasnya.

penulis pratama

editor aldho herman

print

You may also like...