Tak Ditolak, Pasien Sempat Dirawat di UGD RSUD

image

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Kamis (03/03/16), memberikan klarifikasinya terkait dengan pemberitaan atas meninggalnya seorang pasien bernama Udin Syahrudin yang diduga ditolak rumah sakit plat merah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor itu.

Disampaikan langsung Direktur Utamanya Dewi Basmala, dihadapan para wartawan dalam konferensi pers yang berlangsung di aula RSUD, ia membantah pemberitaan di media yang menyebutkan RSUD telah menolak pasien hingga akhirnya meninggal dunia.

“Pasien tersebut sudah diberikan tindakan dan sudah dilakukan oleh dokter jaga apa yang harus dilakukan. Tindakan medis sudah dilakukan dokter jaga di Unit Gawat Darurat (UGD),” ungkap Dewi.

RSUD, tegasnya, tidak pernah membeda-bedakan pasien yang datang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Semua pelayanannya sama, baik yang umum atau peserta BPJS. Dan kita tidak ada iur biaya bagi pasien,” tegasnya.

Bahkan, kata Dewi, jika alokasi tempat tidur di ruang kelas tiga sudah penuh pihaknya tidak pernah segan untuk menitipkannya di kelas lain kendati lebih tinggi seperti VIP misalnya.

“Yang jelas pasien BPJS tidak masalah buat RSUD. Karena memang 100 persen pasien yang datang ini peserta BPJS,” ujarnya.

Menurut Dewi sendiri, bahasa penolakan pasien yang muncul di media konotasinya sangat terkesan negatif.

“Itu kesannya RSUD tidak mau melayani. Tapi ini memang karena (kamarnya) benar-benar penuh,” tandasnya. #D. Raditya

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *