Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Soal Energi, Jepang Jajaki Kerjasama dengan Pemkot Bogor

badge-check

NATIONAL Institute Environmental Studies, jepang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kerja sama yang dirancang adalah pengembangan sistem monitoring yang inovatif terkait pemanfaatan energi. Penjajakan kerja sama dibicarakan Direktur NIES Jepang, Tsuyosi Fujita dengan Walikota Bogor Bima Arya di restauran Green Garden, Kebun Raya Bogor,Minggu (8/3).

Sebelumnya pihak NIES, jepang telah melaksanakan kerja sama serupa dengan IPB. Menurut Exekutive Director Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast and Asia Pasific (CCROM – SEAP) IPB, Rizaldi Noer, kerja sama yang dilakukan meliputi pengembangan sistem monitoring untuk mengetahui sejauh mana penggunaan/komsumsi energi disuatu tempat dari waktu ke waktu.

“Data yang kita peroleh diharapkan akan mendorong perubahan perilaku dalam mengkonsumsi energi. Artinya dapat lebih hemat mengkonsumsi energi,” jelas Rizaldi. Saat ini, di IPB sendiri, sambungnya, ada lima titik lokasi untuk melihat tingkat konsumsi energi. Kelima titik tersebut adalah kantor IPB di Dramaga dan Baranangsiang, Hotel IICC, Cafe Taman Koleksi, dan perumahan dosen.

Lebih lanjut, Rizaldi menjelaskan, kerja sama ini memang sengaja diperluas dengan Pemerintah Kota Bogor karena ada harapan, lahir kebijakan-kebijakan penghematan energi yang akan berdampak lebih luas lagi. “kerja sama yang akan dilakukan mencakup pula pengukuran tingkat polusi yang nantinya bisa menjadi salah satu alat ukur dalam melihat tingkat kesehatan masyarakat.” jelasnya.

Bahkan Rizaldi  merinci target besar yang dicanangkan dari kerja sama ini adalah adanya roadmap pembangunan yang rendah emisi di Kota Bogor. “Untuk menuju penyusunan roadmap ini menyebutkan perlu langkah-langkah konkret yang antara lain diawali dengan pemasangan alat monitoring tingkat konsumsi energi.” bebernya.

Sementara itu, Bima menyambut baik rencana kerja sama yang dirancang pihak NIES. “kami akan memperlajari kerja sama yang ditawarkan. Dan kami berharap kerja sama ini dapat disinergikan dengan program yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Bogor seperti keberadaan Green Room kelak yang akan menjadi pusat data Pemerintah Kota Bogor.” jelasnya. FP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline