Silaturahmi ke PWI Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan Serap Saran dan Kritikan

[Bogor, kabaronline]-Sebuah perusahan yang baik, adalah perusahaan yang mau menerima masukan dan kritikan dari masyarakat untuk menentukan langkah ke depan selanjutnya. Senin (13/7/2020) kemarin, jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor silaturahmi ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di jalan Kesehatan nomor 4, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal. Silaturahmi tersebut membahas secara santai berbagai keluhan, masukan dan kritik dari masyarakat melalui media.

Menurut Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti, pihaknya mengapresiasi PDAM Tirta Pakuan, karena secara resmi bersilaturahmi ke Sekretariat PWI Kota Bogor yang biasa disebut Makokes empat.

“Awal PWI Kota Bogor berdiri kembali, support paling banyak dari Tirta Pakuan. Selain itu sudah beberapa kali saya bersilaturahmi ke Perumda Tirta Pakuan bahkan bisa disebut paling sering saya bersilaturahmi ke PDAM. Nah baru kali ini ada kunjungan secara resmi dari jajaran direksi. Kami sangat mengapresiasi, da berharap ke depan makin sinergis,” kata Ari, sapaan akrab Ketua PWI Kota Bogor.

Sementara itu Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengaku pihaknya berusaha terus menyatukan hati semua jajaran Perumda Tirta Pakuan untuk menyosialisasikan program-program perusahaan. Dan tanpa media tidak akan berjalan maksimal sosialisasinya.

“Rencana ke depan, Bogor itu sudah berubah RTRW, akan ada timbul Central Buisnes Distrik (CBD) baru nantinya. Tirta Pakuan akan ikut mewarnai itu,” ungkap Rino.

Rino juga menjelaskan, saat ini ada 163 ribu pelanggan, termasuk salah satu kota dengan pelanggan terbesar. Tahun 1998 baru 20 ribu pelanggan, karena itu setiap tahun 10 ribu sampai 12 ribu tapi WTP atau pabrik airnya terbatas. Penambahan terbaru baru full beroperasi awal tahun 2020 SPAM Katulampa, lima tahun lalu Cikereteg.

“Kami telat berinvestasi pabrik air, itu penambahan yang Cikereteg sudah lama. Inilah yang kenapa membuat strategi bisnis, supaya laju pertambahan penduduk mengetahui dan potensi airnya. Nah, seharusnya selesai jaringan tahun lalu, diperpanjang tahun ini. Tapi kami tetap berkreasi dengan tantangan ditambah, tujuannya produksi beres, jaringan beres dan tata kelola lapangan beres. Pembaca elektronik mulai digagas, perkembangan ini harus dijelaskan ke masyarakat. Berkaitan dengan itu semua kami meminta dukungan dari PWI Kota Bogor,” tuturnya.

Terkait keluhan pelanggan yang merasa tagihannnya melonjak, Rino memastikan tidak ada kenaikan tarif. Untuk perhitungan tagihan pihaknya mengadopsi perhitungan PLN dengan memakai rata-rata pemakaian, ketika meteran di pelanggan tidak bisa dicatat petugas misal karena dikunci rumahnya.

“Selama 22 hari petugas keliling, hasilnya disetorkan kan ke kantor. Dan selama WFH, pelanggan diminta mengirimkan foto meter air.

“Kendalanya itu kalau rumah dikunci, akhirnya dilewati. Sehingga dibuat rata-rata pemakaian enam bulan terakhir, bulan depannya baru angka dibetulkan. Maksimal tiga bulan kalau lewat dilock pelanggan itu dan harus menyetorkan nomornya. Insya Allah nomornya sama, kekurangan atau kelebihan bayar saat ini ramai, tengah kami tangani dengan menyarankan untuk mengecek ke kantor kami,” bebernya.

Hadir dalam silaturahmi tersebut, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan, Syaban Maulana Kabag Humas dan Hubungan Pelanggan, dan jajaran.

reporter pratama

editor aldhoherman

print

You may also like...

%d bloggers like this: