Menu

Dark Mode
JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

Headline

SIdak Pasar Teluk Gong, Ini Pesan Menteri LH/BPLH

badge-check


					Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol melakukan sidak ke pasar tradisional di Kota Bogor. Foto: KemenLH Perbesar

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol melakukan sidak ke pasar tradisional di Kota Bogor. Foto: KemenLH

JAKARTA – Inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, ditemukan fakta soal penanganan sampah di pasar tersebut, Rabu (2/7/2025).

Menurut Hanif, pengelolaan sampah di Pasar Teluk Gong masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal pemisahan dan pengolahan sampah organik dan anorganik.

“Pasar ini wajib menyelesaikan sampahnya sendiri. Informasi ke saya, sampahnya sudah diolah sedemikian rupa, tapi mesti perlu ditingkatkan lagi, termasuk pengelolaan sampah organik dan un organik,” ujar Hanif didampingi Deputi PSLB3 Ade Palguna Ruteka.

Hampir 40 persen dari total sampah lanjut Hanif, belum tertangani dengan baik, dan kondisi ini berisiko menambah beban TPA Bantargebang. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di pasar dan kawasan sekitarnya menjadi penting.

“Sampah anorganik harus dipilah, dan ini yang belum kita kawal bersama-sama di seluruh Jakarta Utara,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut Hanif juga menyoroti dua sumber utama sampah, yaitu rumah tangga dan kawasan. Ia menyatakan akan terus melakukan kunjungan ke berbagai kelurahan di Jakarta Utara untuk memperkuat penanganan dari hulu.

“Kalau kita ketat di hulunya Jakarta Utara, sebagian Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, maka tempat pengelolaannya sudah ada di Rorotan, termasuk untuk kawasan pasar,” katanya.

Jakarta Utara, menurut Hanif, akan dijadikan proyek percontohan dalam penanganan sampah di Ibu Kota. Ia meyakini, jika permasalahan sampah di Jakarta dapat diselesaikan, maka daerah lain di Indonesia bisa mengikuti jejak yang sama.

“Saya akan menggunakan segala kewenangan sebagai menteri, termasuk pengawasan lingkungan dan penerapan sanksi. Tim gabungan sudah kami bentuk bersama Pemerintah Jakarta Utara untuk melakukan pengawasan ketat,” ucapnya.

Dengan kapasitas pengolahan sampah di Rorotan yang mencapai 2.500 ton per hari, Hanif menilai lokasi tersebut mampu menampung sampah dari Jakarta Utara sekitar 1.300 ton per hari. Namun, tantangan utamanya adalah pemisahan antara sampah organik dan un organik yang masih belum maksimal.

Hanif juga menemukan penanganan limbah cair domestik di Pasar Teluk Gong yang dinilai belum sesuai standar karena dibuang langsung ke lingkungan.

“Ini menjadi temuan yang akan kami tindak lanjuti. Kami akan evaluasi dan bersama Dinas Provinsi akan melakukan verifikasi kembali, lalu memberikan rekomendasi kepada Pasar Teluk Gong. Inilah pentingnya membangun budaya kebersihan di pasar, mencontoh pasar bersih di negara-negara Asia lain seperti Thailand,”katanya. Rizki M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

21 August 2026 - 10:52 WIB

Lewat PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Penerima Manfaat

21 August 2026 - 10:37 WIB

1.426 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ikuti PEKA

18 August 2026 - 16:40 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor

17 August 2026 - 10:31 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Buaran Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

16 August 2026 - 18:59 WIB

Trending on Headline