Menu

Dark Mode
Daar Edi Yoga: Insan Pers Diimbau Sajikan Berita Menyejukkan Perusahaan Ini Bawa Emas ke Dunia Digital Berbasis Blockchain Lewat Kolaborasi Bank dan Industri Kripto, Indonesia Incar Posisi Pemain Utama Keuangan Digital WhatsApp Luncurkan Fitur Bantuan Menulis Berteknologi AI Challenge-Based Learning Jadi Senjata Apple Academy Bali Cetak Inovator Muda Munir Resmi Nahkodai PWI Pusat 5 Tahun ke Depan

Kabar Politik

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Sukasari Curhat ke Atang

badge-check


					Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Sukasari Curhat ke Atang Perbesar

Sepinya pembeli di Pasar Sukasari, membuat pedagang kebingungan. Hal tersebut disampaikan sejumlah pedagang kepada Calon Wali Kota Bogor nomor urut 2, Atang Trisnanto saat berkeliling Pasar Sukasari, Kota Bogor Selasa (29/10/2024).

Seperti dituturkan salah seorang pedagang, Hoknio, menurutnya sejak berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS), omzet penjualannya menurun drastis hingga lebih dari 50 persen, membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Di sini kami hancur, turun 50 persen lebih. Untuk bayar cicilan saja saya belum bisa. Kami jualan biasa, tapi pembelinya kurang. Saya minta tolong sama Bapak, supaya kami bisa lebih maju,” ujar Hoknio.

Ia mengaku, pembeli di pasar Sukasari sangat sepi. Dengan demikian ia meminta jalan keluar kepada Atang Trisnanto agar pedagang di Pasar Sukasari lebih maju.

“Kita mau bukan banyak orang datang ke pasar, tapi banyak orang yang beli ke kami,” harapnya

Atang pun merespons curhatan para pedagang, menurutnya, terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi pedagang di Pasar Sukasari, yakni kondisi TPS yang kurang nyaman, harga los pasar yang terlalu tinggi, dan roda ekonomi yang sedang lesu, yang turut mempengaruhi penurunan omzet pedagang.

“Tentu ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Ke depannya, pasar yang dibangun harus terjangkau harganya, termasuk skema pembayaran yang tidak memberatkan. Selain itu, kita perlu menjadikan pasar tradisional di Kota Bogor lebih nyaman dan rapi, sehingga tetap hidup dan bermanfaat untuk ekonomi masyarakat,” kata Atang.

Atang juga menekankan pentingnya menjaga pasar tradisional sebagai nadi perekonomian masyarakat Kota Bogor. Baginya, pasar tradisional harus terus dipertahankan dan dikelola dengan baik, khususnya dalam hal kebersihan dan kenyamanan, sehingga dapat mendukung transaksi yang nyaman antara pedagang dan pembeli.

“Permasalahan ini mungkin tidak bisa diselesaikan dengan cepat, tapi dengan duduk bersama dan berdialog, saya yakin semua masalah dapat kita selesaikan bersama,” tutupnya.

Di sela kunjungannya, Atang menyempatkan diri berbelanja kebutuhan sehari-hari, mulai dari telor hingga cabai. pratama/rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Zainal Abidin Soroti Sistem Pengolahan Sampah di TPAS Galuga

14 August 2025 - 10:38 WIB

Disahkan DPRD Kota Bogor, Program Baru di APBD Perubahan 2025 Harus Diawasi

9 August 2025 - 13:51 WIB

Adityawarman Terima Aliansi Ummat Islam Aswaja

6 August 2025 - 19:04 WIB

Adityawarman Terima Kunjungan Ikatan Keluarga Minang Kota Bogor

30 July 2025 - 19:38 WIB

Rusli Prihatevy Bahas Persoalan Longsor Batutulis

21 July 2025 - 20:04 WIB

Trending on Kabar Politik