Menu

Dark Mode
572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

Kabar Lifestyle

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

badge-check


					Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON) Perbesar

Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON)

Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. Salah satu hasilnya adalah serangan pada 1000 target dalam 24 jam pertama.
Menurut Komando Pusat AS, pihaknya menggunakan AI untuk mengelola jumlah data yang sangat besar dengan cepat dalam operasi melawan Iran.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Trending on Kabar Lifestyle