Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Lifestyle

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

badge-check


					Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON) Perbesar

Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON)

Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. Salah satu hasilnya adalah serangan pada 1000 target dalam 24 jam pertama.
Menurut Komando Pusat AS, pihaknya menggunakan AI untuk mengelola jumlah data yang sangat besar dengan cepat dalam operasi melawan Iran.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total

4 November 2026 - 20:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya

4 November 2026 - 20:41 WIB

HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone

4 November 2026 - 20:38 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

4 November 2026 - 20:35 WIB

Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya?

4 November 2026 - 20:29 WIB

Trending on Kabar Lifestyle