Menu

Dark Mode
Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang Ritual Seram ‘Sunjang’ di Korea Kuno Tumbalkan Seluruh Keluarga Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini Bocoran GTA 6! Punya Misi Rahasia dengan Rapper Terkenal Gara-gara AI, 2 Miliar Pengguna Gmail Dalam Ancaman Besar MacBook Neo Segera Masuk RI, Sudah Kantongi Restu Komdigi

Kabar Lifestyle

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

badge-check


					Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON) Perbesar

Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON)

Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. Salah satu hasilnya adalah serangan pada 1000 target dalam 24 jam pertama.
Menurut Komando Pusat AS, pihaknya menggunakan AI untuk mengelola jumlah data yang sangat besar dengan cepat dalam operasi melawan Iran.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.

Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003.

Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.

“Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.

Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang

13 April 2026 - 16:49 WIB

Ritual Seram ‘Sunjang’ di Korea Kuno Tumbalkan Seluruh Keluarga

13 April 2026 - 16:43 WIB

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini

13 April 2026 - 16:37 WIB

Bocoran GTA 6! Punya Misi Rahasia dengan Rapper Terkenal

13 April 2026 - 16:32 WIB

Gara-gara AI, 2 Miliar Pengguna Gmail Dalam Ancaman Besar

13 April 2026 - 16:27 WIB

Trending on Kabar Lifestyle