Sekdakot Bogor Ingatkan Prokes di Tengah Melonjaknya Kasus Covid

Sekdakot Bogo Syarifah Sofiah menyerahkan bantuan kepada warga terdampak covid

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengingatkan warga Kota Bogor agar tetap menerapkan protkol kesehatan secat ketat dimana pun berada. Sebisa mungkin menjauhi kerumunan. Hal tersebut disampaikan Syarifah di tengah meningkatnya kasus covid 19 di Kota Bogor, disela-sela penyerahan bantuan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19 di Gedung PPIB, Kamis (17/6/2021).

“Kepada  guru ngaji dan yang lainnya, saya menghimbau untuk membantu menyebarluaskan informasi dan membantu mengingatkan warga tentang protokol kesehatan,” kata Sekda.

Sekda menambahkan, peningkatan yang saat ini dialami Kota Bogor sesuai prediksi pemerintah.

“Sekitar 50 persen diakibatkan dari aktivitas mudik,” katanya.

Syarifah menambahkan, menyikapi kondisi itu, langkah dan kebijakan segera diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forkopimda. Pemkot Bogor bekerjasama dengan DMI Kota Bogor,   berencana akan memvaksin guru ngaji, santri dan yang lainnya.

“Guru ngaji, santri dan yang lainnya merupakan bagian dari aset yang dimiliki Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Bogor, Chatib Malik yang mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan Ketua DMI Kota Bogor, Ade Sarmili saat penyerahan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19, mengatakan, bantuan JPS bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19 ada 169 penerima bantuan.

“Penerima bantuan terdiri dari petugas atau marbot masjid sebanyak 40 orang masing-masing menerima Rp 800 ribu, 40 guru honorer masing-masing sebesar Rp 800 ribu, 49 guru ngaji masing-masing sebesar Rp 810 ribu, 32 pelajar masing-masing sebesar Rp 600 ribu dan 8 orang santri masing-masing sebesar Rp 2,4 juta. Total bantuan yang diterima Kota Bogor dari Baznas Provinsi Jawa Barat, sebesar Rp 112 juta,” kata Chotib.

Sebelumnya telah diserahkan bantuan 26 pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp 1,5 juta dan 20 orang buruh harian lepas masing-masing Rp 1,5 juta rupiah,” katanya.

Penulis Pratama

Editor Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *