Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Lifestyle

Satelit Ungkap Realita Megaproyek Kota Futuristik Saudi Rp 33,6 Kuadriliun

badge-check


					 Foto: Dezeen Perbesar

Foto: Dezeen

Jakarta – Kawasan raksasa yang sedang dibangun di barat laut Arab Saudi kini muncul jelas dalam citra satelit, menunjukkan perkembangan fisik dari megacity futuristik bernilai sekitar USD 2 triliun (setara Rp 33,6 kuadriliun) yang dikenal sebagai Neom.

Megaproyek ini menjadi sorotan dunia karena rancangan urban futuristiknya yang ambisius, termasuk struktur panjang linier bernama The Line, serta tantangan monumental dalam pelaksanaannya.

Citra satelit yang beredar memperlihatkan area gurun yang luas dipenuhi pematokan fondasi, tanah yang digali, dan beberapa struktur bangunan awal, memberi gambaran bahwa meskipun konsepnya futuristik, pembangunannya saat ini masih berada di tahap sangat awal.

Menurut Nadhmi al-Nasr, CEO proyek Neom, visi ini merupakan bagian dari upaya mendefinisikan ulang gaya hidup urban di masa depan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir dan desain ramah lingkungan.

“Kami sedang menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, sebuah kota yang menempatkan manusia dan keberlanjutan di pusat perencanaannya,” kata CEO Neom Nadhmi al-Nasr, dikutip dari Direct Pathway.

Tantangan Pembangunan

Proyek Neom diprakarsai sebagai bagian dari agenda Vision 2030 Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan memperkuat sektor teknologi, pariwisata, serta kehidupan urban masa depan.

Salah satu elemen kunci adalah The Line, sebuah struktur linier dengan panjang sekitar 170 kilometer yang dirancang tanpa kendaraan konvensional dan tanpa emisi karbon. Dalam teori desainnya, seluruh fasilitas seperti rumah, kantor, dan layanan umum, ditempatkan sepanjang garis kota tersebut dalam jarak berjalan kaki lima menit.

Meski potret citra satelit menunjukkan kemajuan fisik di lapangan, sejumlah analis menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa pengamat urusan investasi dan pembangunan internasional mencatat bahwa skala dana, kompleksitas teknis, dan tantangan logistik membuat beberapa target awal proyek, seperti penyelesaian seluruh bagian The Line, sulit dicapai tepat waktu.

Kendala ini kemudian memicu diskusi global tentang pentahapan ulang atau penyesuaian rancangan dalam pelaksanaannya. Proyek ini juga menuai kritik dari segi sosial dan lingkungan, terutama terkait kondisi pekerja migran yang membangun situs tersebut dan dampaknya terhadap ekosistem gurun yang sensitif.

Namun, bagi para pendukungnya, citra satelit yang terus merekam perkembangan Neom memberi keyakinan bahwa blok demi blok struktur futuristik itu perlahan menjadi nyata, meskipun pembangunannya masih jauh dari gambaran kota masa depan yang sering dijadikan slogan promosi.

Penggunaan citra satelit dalam laporan ini membantu publik dan para analis mengikuti perkembangan visual proyek megacity secara transparan, baik untuk mengukur kemajuan fisik lapangan maupun untuk menilai dampak ekologis dan skala ekonomi dari investasi triliunan dolar yang terlibat.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras?

7 April 2026 - 12:37 WIB

Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran

7 April 2026 - 12:33 WIB

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

7 April 2026 - 12:28 WIB

Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

7 April 2026 - 12:25 WIB

Steam Hapus Rating IGRS yang Jadi Polemik di Medsos

7 April 2026 - 12:20 WIB

Trending on Kabar Lifestyle