Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Headline

RPJMD KOTA BOGOR DIREVISI

badge-check


					RPJMD KOTA BOGOR DIREVISI Perbesar

Setelah berjalan dalam kurun waktu 2 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019-2024 akan dilakukan perubahan pada tahun 2021.

Salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam perubahan RPJMD Kota Bogor yaitu dengan menyelenggarakan konsultasi publik tentang rancangan awal RPJMD perubahan.

Penyelenggaraan konsultasi publik dilaksanakan selama 3 hari, sejak hari Selasa sampai dengan Kamis (26-28 Januari 2021) secara virtual.

“Perubahan RPJMD didasarkan adanya perubahan mendasar dan sisa berlaku RPJMD kurang dari 3 tahun, sebagaimana diatur dalam Permendagri 86 tahun 2017”, ungkap Kepala Bappeda Kota Bogor Hanafi, dalam laporan pembukaan acara konsultasi publik.

Lebih lanjut, Hanafi menjelaskan bahwa perubahan mendasar yang terjadi adalah karena adanya perubahan kebijakan nasional dan adanya bencana nasional yang sangat berpengaruh dalam capaian rencana pembangunan di Kota Bogor.

“RPJM Nasional ditetapkan 2020, sementara RPJMD Kota Bogor 2019. Sehingga butuh penyesuaian terhadap kebijakan tersebut serta Covid-19 yang ditetapkan menjadi bencana non alam”, tegas Kepala Bappeda.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya dalam arahannya menyatakan bahwa perubahan RPJMD Kota Bogor bukan merubah Visi dan Misi, tetapi diperlukan penyesuaian terhadap indikator-indikator target yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Menjadikan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga, tetap menjadi Visi kedepan. Tidak Berubah” ucap Bima.

Hal lain yang disampaikan Walikota adalah perubahan RPJMD bukan untuk mengurangi Pagu atau kegiatan, tetapi melihat secara objektif setiap capaian dan kondisi tantangan saat ini dan kedepan, termasuk dalam menghadapi Covid-19.

“Saya ingin membuka paradigma dan persepsi bahwa harus dilihat peluang-peluang yang memungkinkan adanya peningkatan capaian dalam pembangunan. Dibalik musibah, ada berkah”, tandasnya.

Poin terakhir dari arahan Walikota adalah tentang pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan di Kota Bogor.

“Ruang konsultasi publik ini diharapkan menjadi masukan dari akademisi, lembaga masyarakat, dan praktisi terhadap pembangunan Kota Bogor, yang mungkin luput dari kaca mata Birokrasi”, imbuhnya.

Untuk diketahui, bahwa agenda penyelenggaraan konsultasi publik rancangan awal RPJMD Kota Bogor ini dibagi menjadi 3 hari dengan fokus pembahasan di masing-masing berbeda.

Hari pertama, selasa 26 Januari 2021 fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hari Kedua, Rabu 27 Januari 2021 fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing daerah berbasis potensi lokal. Sementara hari ketiga, Kamis 28 Januari 2021 fokus pada reformasi birokrasi.

Hadir sebagai narasumber dari Bappenas, Kemen PANRB, Kemendagri, Kemenristek dan Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Editor aldho/RM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor.

29 September 2026 - 22:00 WIB

Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026

29 September 2026 - 20:01 WIB

Kapolresta Baru Resmi Bertugas, Adityawarman Tekankan Sinergitas dan Pelayanan

29 September 2026 - 17:00 WIB

YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks

28 September 2026 - 18:29 WIB

Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif

28 September 2026 - 18:24 WIB

Trending on Kabar Bogor