Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Politik

Reformasi Mati Muda, Bima Dedie Ingatkan Pemuda Semangat Perubahan

badge-check


					Reformasi Mati Muda, Bima Dedie Ingatkan Pemuda Semangat Perubahan Perbesar

Bulan Mei diperingati sebagai bulan reformasi. Bulan untuk mengenang akhir dari pemerintahan otoriter Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto, 20 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Mei tahun 1998. Jatuhnya pemerintah Soeharto yang selama 32 tahun hanya berfikir tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dengan tulang punggung para konglomerat yang menjadi kroninya.

Soeharto jatuh bukan karena keinginannya, tetapi dipaksa turun melalui aksi damai ribuan mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Dan aksi yang menjatuhkan Soeharto pada 18 tahun yang lalu merupakan puncak dari perlawanan yang sudah dilakukan sebelumnya, sejak awal Soeharto berkuasa. Puncak dari kejenuhan masyarakat terhadap pemerintahan yang otoriter dan koruptif.

Calon Wali Kota Bogor yang juga merupakan Mantan Aktivis Mahasiswa, Bima Arya Sugiarto mengatakan, reformasi yang dahulu diperjuangkan mahasiswa Indonesia pada Mei 1998 kini telah mati muda.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, reformasi yang diperjuangkan oleh para mahasiswa pada Mei 98, yakni menuntut pemerintahan yang bersih tidak terwujud sampai saat ini, sehingga perjuangan itu mati sebelum waktunya.

“Korupsi, kolusi dan nepotisme masih terjadi, mungkin dalam berdemokrasi kita bangkit, tetapi pemerintahan yang bersih belum,” kata Bima.

Meski pada saat reformasi, dirinya sedang study di Melbroune Australia, Bima Arya menggalang mahasiswa yang menimba ilmu di Negara itu sebagai wujud simpatik teman-teman di Semanggi, dan setiap saat memantau perkembangan situasi di Tanah Air. Menurut Mantan Senat Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini, dari berita-berita yang dibaca saat itu membuat ia menangis karena rumit kondisi kala itu.

Bima Arya juga berharap para mahasiswa dapat mengambil pelajaran dari kisah Mei 1998 untuk membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik lagi. “Yang paling utama adalah semangat yang harus dipertahankan. Semangat perubahan, baik mengubah dirinya maupun negaranya menjadi lebih baik. Itulah reformasi,” kata dia.

Calon Wakilnya di Pilwalkot Bogor 2018, Dedie Rachim juga senada. Menurut Mantan Pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, anugerah dari reformasi adalah terbukanya kesempatan bagi publik untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi.

“Saya contohnya. Bisa ikut pilkada karena reformasi. Meskipun dalam praktek berdemokrasi masih banyak hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan, paling tidak sudah ada beberapa capaian penting khususnya di sektor reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi dan keterbukaan informasi. Ini catatan serius yang menjadi pekerjaan bersama, baik mahasiswa ataupun pemuda,” tandasnya.

reporterpratama/*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda

10 March 2026 - 22:47 WIB

Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot

10 March 2026 - 22:14 WIB

​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan

10 March 2026 - 21:59 WIB

Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

10 March 2026 - 21:45 WIB

Trending on Kabar Politik