Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Politik

Reformasi Mati Muda, Bima Dedie Ingatkan Pemuda Semangat Perubahan

badge-check


					Reformasi Mati Muda, Bima Dedie Ingatkan Pemuda Semangat Perubahan Perbesar

Bulan Mei diperingati sebagai bulan reformasi. Bulan untuk mengenang akhir dari pemerintahan otoriter Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto, 20 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Mei tahun 1998. Jatuhnya pemerintah Soeharto yang selama 32 tahun hanya berfikir tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dengan tulang punggung para konglomerat yang menjadi kroninya.

Soeharto jatuh bukan karena keinginannya, tetapi dipaksa turun melalui aksi damai ribuan mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Dan aksi yang menjatuhkan Soeharto pada 18 tahun yang lalu merupakan puncak dari perlawanan yang sudah dilakukan sebelumnya, sejak awal Soeharto berkuasa. Puncak dari kejenuhan masyarakat terhadap pemerintahan yang otoriter dan koruptif.

Calon Wali Kota Bogor yang juga merupakan Mantan Aktivis Mahasiswa, Bima Arya Sugiarto mengatakan, reformasi yang dahulu diperjuangkan mahasiswa Indonesia pada Mei 1998 kini telah mati muda.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, reformasi yang diperjuangkan oleh para mahasiswa pada Mei 98, yakni menuntut pemerintahan yang bersih tidak terwujud sampai saat ini, sehingga perjuangan itu mati sebelum waktunya.

“Korupsi, kolusi dan nepotisme masih terjadi, mungkin dalam berdemokrasi kita bangkit, tetapi pemerintahan yang bersih belum,” kata Bima.

Meski pada saat reformasi, dirinya sedang study di Melbroune Australia, Bima Arya menggalang mahasiswa yang menimba ilmu di Negara itu sebagai wujud simpatik teman-teman di Semanggi, dan setiap saat memantau perkembangan situasi di Tanah Air. Menurut Mantan Senat Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini, dari berita-berita yang dibaca saat itu membuat ia menangis karena rumit kondisi kala itu.

Bima Arya juga berharap para mahasiswa dapat mengambil pelajaran dari kisah Mei 1998 untuk membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik lagi. “Yang paling utama adalah semangat yang harus dipertahankan. Semangat perubahan, baik mengubah dirinya maupun negaranya menjadi lebih baik. Itulah reformasi,” kata dia.

Calon Wakilnya di Pilwalkot Bogor 2018, Dedie Rachim juga senada. Menurut Mantan Pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, anugerah dari reformasi adalah terbukanya kesempatan bagi publik untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi.

“Saya contohnya. Bisa ikut pilkada karena reformasi. Meskipun dalam praktek berdemokrasi masih banyak hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan, paling tidak sudah ada beberapa capaian penting khususnya di sektor reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi dan keterbukaan informasi. Ini catatan serius yang menjadi pekerjaan bersama, baik mahasiswa ataupun pemuda,” tandasnya.

reporterpratama/*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aklamasi Rusli Pimpin Golkar Kota Bogor

31 July 2026 - 20:14 WIB

Rusli Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Kota Bogor

30 July 2026 - 21:33 WIB

Resmi, Pendaftaran Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor Dibuka

28 July 2026 - 22:18 WIB

DPRD Kota Bogor Desak Pemkot Percepat Penanganan Lonjakan Kasus HIV

27 July 2026 - 10:15 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Apresiasi Konsistensi GMKB Tebar Kebaikan di HUT ke-6

26 July 2026 - 09:46 WIB

Trending on Kabar Politik