Di tengah pertumbuhan pesat transaksi digital Indonesia, PT Q2 Technologies sebagai salah satu anak perusahaan CTI Group, menjawab tantangan mendeteksi dan mencegah penipuan finansial melalui kemitraan strategis dengan penyedia platform real-time fraud prevention dan risk decisioning, Sokratech.
Kolaborasi ini memadukan teknologi Sokratech dengan keahlian PT Q2 Technologies di pasar lokal, yang akan mendukung institusi keuangan mengidentifikasi transaksi mencurigakan, merespons risiko lebih cepat, dan memperkuat pengelolaan fraud seiring berkembangnya ekosistem pembayaran digital.

Inisiatif ini antara lain didorong oleh Bank Indonesia yang mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi pada triwulan II 2026, tumbuh 36,88 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama, volume transaksi QRIS meningkat 100,12 persen secara tahunan, menunjukkan semakin luasnya penggunaan kanal pembayaran digital ini di Indonesia.
Di sisi lain, risiko penipuan turut menjadi perhatian serius. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 702.342 laporan penipuan sejak mulai beroperasi pada November 2024 hingga 30 September 2026.
Dalam periode itu, sebanyak 702.833 rekening telah diblokir, dengan total dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp811,1 miliar.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mendeteksi anomali transaksi sejak dini. Ketika transaksi berlangsung melalui berbagai kanal dengan volume tinggi, pendekatan yang bergantung pada pemantauan manual dan investigasi setelah kejadian jadi semakin menantang.
Dalam hal ini, institusi keuangan membutuhkan sistem yang mampu mendeteksi potensi fraud dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat, tanpa mengabaikan akurasi dan tata kelola.
Perkuat Pencegahan Fraud Lewat Kecepatan dan Fleksibilitas
Melalui kemitraan ini, Sokratech menghadirkan kapabilitas deteksi fraud dan pengambilan keputusan risiko secara real-time untuk mendukung transaksi bervolume tinggi.
Solusi ini telah diadopsi oleh sejumlah bank dan perusahaan fintech di Indonesia, serta dapat digunakan berbagai jalur pembayaran, termasuk BI-FAST, QRIS, SKN, dan RTGS, maupun kanal layanan seperti mobile banking, internet banking, dan ATM.
Sokratech mampu menganalisis, meninjau, hingga memblokir transaksi mencurigakan hanya dalam waktu kurang dari 250 milidetik.
Proses ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit, mulai dari identifikasi pola hingga aturan aktif di sistem, dengan dukungan katalog templat aturan siap pakai berstandar industri. Fleksibilitas ini membantu tim menyesuaikan strategi pencegahan terhadap perubahan pola fraud dengan lebih cepat.
Perlindungan juga mencakup perangkat nasabah melalui fitur Device Intelligence, yang membantu mengenali perangkat serta mendeteksi indikasi perangkat atau aplikasi yang tidak wajar. Fitur ini dapat diterapkan pada berbagai tahapan transaksi, mulai dari proses login hingga transfer dana, untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak awal.
Untuk mendukung pengambilan keputusan yang akuntabel, Sokratech memanfaatkan AI untuk merekomendasikan aturan deteksi berdasarkan histori transaksi, yang tetap ditinjau oleh tim sebelum diterapkan.
Tata kelola diperkuat melalui mekanisme maker-checker atau persetujuan berlapis, pengaturan hak akses berdasarkan peran pengguna (role-based access control), serta pencatatan aktivitas untuk keperluan audit (audit trail).
Dengan opsi penerapan yang fleksibel, institusi keuangan dapat menyesuaikan implementasi solusi dengan kebutuhan operasional dan kebijakan internalnya.
Langkah ini sejalan dengan makin ketatnya regulasi di Indonesia, salah satunya POJK No. 12 Tahun 2024 yang mewajibkan lembaga jasa keuangan menerapkan sistem deteksi fraud yang tangguh.
Ketentuan BI-FAST juga menekankan pentingnya deteksi dini di tingkat akun maupun transaksi. Oleh karena itu, institusi keuangan dituntut memiliki sistem pencegahan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memperkuat tata kelola risiko dan perlindungan konsumen.
Melalui teknologi Sokratech dan keahlian lokal Q2 Technologies, institusi keuangan dapat mengembangkan pendekatan pencegahan fraud yang lebih proaktif dan terukur.
Kemitraan ini turut memperluas jangkauan solusi Sokratech di industri jasa keuangan Indonesia, serta memperkuat portofolio Q2 Technologies di bidang kejahatan finansial dan keamanan siber.
Kolaborasi Q2 Technologies dan Sokratech juga membuka peluang kerja sama dengan perbankan, fintech, dan penyedia layanan pembayaran untuk mendukung penguatan keamanan transaksi digital di Indonesia.
Sumber: cnnindonesia.com














