Kecelakaan jet pribadi mengerikan terjadi di Florida, Amerika Serikat. Seorang pakar penerbangan menyebut jet pribadi yang jatuh di area permukiman itu sebagai monster karena tenaganya yang luar biasa besar.
Learjet 60 tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom di Texas menuju North Eleuthera di Bahama hari Minggu waktu setempat ketika menghantam tanah. Pesawat itu meninggalkan kawah besar dekat pintu masuk perumahan di Palm Beach County.

Rekaman audio dari pusat kendali lalu lintas udara Miami menangkap momen-momen terakhir pesawat sebelum jatuh, menewaskan 9 orang di dalamnya. Awalnya, seseorang di kokpit melaporkan sedang ‘menangani es’ tapi menghadapi turbulensi sedang dan mencari jalur penerbangan lebih baik.
Kurang dari semenit kemudian, orang tersebut meneriakkan ‘mayday’, melaporkan pesawat tiba-tiba turun dengan kecepatan 3 km per menit. Beberapa detik kemudian, orang tersebut menyatakan keadaan darurat, dengan kecepatan penurunan meningkat drastis jadi 6 km per menit.
Pilot diidentifikasi sebagai Jeff Gregory (55), penerbang berpengalaman dari Pennsylvania. Nathalia Gadelha Filgueiras (20), disebut sebagai kopilot, yang mendapat lisensinya saat masih SMA. Adam Robinson, istrinya Helen, serta anak mereka Emma dan Charlie termasuk di antara korban tewas.
Mantan pilot komersial Kapten Byron Bailey mengungkapkan kerumitan menerbangkan pesawat Learjet. Ia mendeskripsikan Learjet sebagai monster karena tenaganya sangat besar.
“Banyak model awal Learjet jatuh pada tahun 60-an karena pilot terlalu agresif dalam memulihkan situasi kehilangan kendali. Mereka menarik (tuas kendali) terlalu keras, berakibat patahnya bagian ekor dan kemudian Anda berada dalam pendaratan menukik fatal,” jelasnya.
Learjet 60 adalah pesawat jet bisnis berukuran sedang yang diproduksi Bombardier Aerospace di Wichita, Kansas. Pesawat ini ditenagai dua mesin Pratt & Whitney Canada PW305A dan memiliki jangkauan terbang (dengan 4 penumpang dan 2 awak) sejauh 4.454 km.
“Saya menyebutnya monster karena pesawat ini sangat bertenaga. Pesawat ini mesinnya besar namun sayapnya kecil. Ini berarti kecepatannya lebih tinggi, misalnya kecepatan pendaratannya tinggi,” imbuhnya, dikutip detikINET dari News 24.
Ia meyakini kapten pesawat mendapati dirinya berada dalam situasi yang tidak dipersiapkan dengan baik baginya. “Kecelakaan ini seharusnya tidak terjadi. Ini bukan sepenuhnya salah pesawat. Saya rasa, sang pilot, kapten tersebut tiba-tiba mendapati dirinya dalam situasi yang tak pernah dilatih padanya,” kata Kapten Bailey.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan Learjet itu mungkin telah hancur sebelum menghantam tanah. Anggota dewan NTSB, Tom Chapman, mengatakan kondisi cuaca pada saat kecelakaan jadi fokus utama penyelidikan.
“Kami memang punya sejumlah bukti bahwa ada bagian pesawat hancur sebelum benturan terjadi. Kita mungkin menemukan suku cadang pesawat agak jauh dari lokasi benturan sebenarnya,” katanya.
Mengangkut puing-puing dari kawah di jalanan akan menjadi tantangan berat. Gambar-gambar dari lokasi kecelakaan menunjukkan sebuah kawah besar terbakar di tengah jalan pinggiran kota di kawasan permukiman. Puing berserakan di lapangan olahraga, area bisnis, dan rumah-rumah di daerah tersebut.
Sumber: detik.com














