Puasa, Bima Beri Kuliah Subuh

Hari pertama bulan Ramadhan 1436 H, Walikota Bogor, Bima Arya membuka Kuliah Subuh Ramadhan yang dilaksanakan DKM Masjid Jami Al- Muslihien, Komplek IPB Sindangbarang Loji, Kamis (18/6). Kepada jamaah, Bima bertutur tentang ingatannya pada kata-kata seorang ulama. “Kata-kata itu sangat berbekas dan mempengaruhi cara berpikir saya dalam banyak hal,” ungkapnya. “Jangan setengah mati mencari dan mengejar apa yang tidak bisa dibawa mati dan jangan setengah-setengah mencari dan mengejar apa yang harus kita rawat setelah mati,” kata Bima mengulang ucapan ulama tadi.

Lebih lanjut Bima menyampaikan, bahwa sering sekali manusia habis-habisan setengah mati mencari sesuatu, tetapi ternyata hal itu tidak dibutuhkan ketika sudah tiada. Banyak yang tidak bisa membedakan mana yang bungkus dan mana yang isi. “Seringkali waktu kita habis hanya untuk mencari bungkusnya, tetapi isinya seringkali dilupakan,”lanjutnya.

Pernikahan yang megah dan mewah itu menurut Bima hanya bungkusnya. Sedangkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah itu isinya. Begitupun berlebaran dengan baju baru tentu saja adalah bungkusnya, karena isinya adalah amal ibadah kita selama Ramadhan. “Jadi memasuki bulan Ramadhan ini alangkah indahnya jika kita semua kembali ingat dan menyadari mana yang bungkus mana yang isi, mana yang harus dikejar mati-matian, dan mana yang tidak apa-apa kalau kita lakukan setengah hati,”lanjutnya.

Kegiatan Kuliah Subuh Ramadhan yang bertemakan, “Menghias Ramadhan dengan Cahaya Qur’an,” ini merupakan kegiatan rutin tahunan DKM AlMuslihien. Kuliah subuh dilanjutkan dengan tausiah tentang makna, arti Ramadhan oleh Ketua MUI Kota Bogor KH. Adam Ibrahim. (Ismet)

print

You may also like...