Menu

Dark Mode
Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026 Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

Kabar Lifestyle

PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun

badge-check


					PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun. (Foto: Panji Saputro/detikinet) Perbesar

PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun. (Foto: Panji Saputro/detikinet)

Indonesia semakin serius menangani judi online (judol). Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkapkan transaksi terkait judol menurun sangat signifikan.
“Jika 12 bulan sepanjang tahun 2024, transaksi judi online itu sudah sampai mencapai Rp 359 triliun. Per hari ini, di tahun 2025, kita berhasil menekan sampai Rp 155 triliun,” ungkap Ivan di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Artinya sampai kuartal ketiga di tahun 2025 atau saat ini, telah terjadi penurunan transaksi sampai 57% atau Rp 204 triliun. Ivan mengatakan penurunan juga terjadi pada deposit terkait judol.

Dirinya menjelaskan, pada tahun lalu, deposit masyarakat yang bermain judol mencapai Rp 51 triliun sepanjang tahun 2024. Sementara pada 2025 per hari ini, setoran modal untuk berjudi hanya mencapai 24,9 triliun, turun lebih dari 45%.

“Ini tentunya berkat kolaborasi kita semua, khususnya Komdigi ini membuktikan bahwa telah terjadi penurunan akses masyarakat sampai 70% terhadap situs-situs judi online. Pemblokiran situs dan segala macam itu sudah dilakukan, termasuk juga terkait dengan pemblokiran rekening-rekening khusus dengan judi online,” ujar Ivan.

Ivan menyampaikan data lain, yang mana 80% pemain judol di Indonesia ternyata berpenghasilan Rp 5 juta atau kurang. Lalu ia meneruskan, hingga saat ini dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92%.

“Artinya pemain-pemain dengan jumlah penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan itu berkurang sebanyak 67,92%. Secara keseluruhan jumlah pemain judi online per hari ini hingga Q3 kemarin, sudah berkurang 68,32% dibandingkan dengan tahun 2024,” jelas Ivan.

Kendati begitu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengakui bahwa angka Rp 155 triliun yang disampaikan Ivan masih cukup besar. Menurutnya, hal itu menandakan masyarakat Indonesia masih menjadi korban dari judol.

“Jadi meskipun tadi ada penurunan yang signifikan, hari ini kami dengan PPATK kembali menegaskan komitmen untuk kolaborasi. Dan kita akan tambahkan langkah-langkah kolaboratif ke depan,” kata Meutya.

Meutya menambahkan, untuk saat ini timnya sudah berusaha melakukan yang terbaik dalam memberantas judol. Dirinya menyebutkan selain melakukan take down situs-situs ataupun akses, Komdigi juga melaporkan rekening-rekening dan langsung selalu ditangani dengan cepat oleh PPATK.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle