Menu

Dark Mode
Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal ​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026 China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

Headline

Positif Covid Meningkat, Kota dan Kabupaten Bogor Sepakat Kerja Bareng

badge-check


					Positif Covid Meningkat, Kota dan Kabupaten Bogor Sepakat Kerja Bareng Perbesar

Meningkatnya kasus positif covid 19, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pertemuan dengan pembahasan utama soal penanganan Covid-19 di Hotel Melchior, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Jumat (4/9/2020). Kedua kepala daerah itu sepakat untuk kerja sama penyediaan ruang rawat inap pasien Covid-19, baik di rumah sakit maupun non faskes dan menggencarkan protokol kesehatan, terutama di area perbatasan.

“Jadi, ada dua hal besar yang tadi kami sepakati. Pertama, kota dan kabupaten akan melakukan kerja sama yang lebih teknis dan taktis terkait tersedianya layanan rawat baik dengan pasien-pasien gejala sedang, berat ataupun ringan, baik di rumah sakit maupun non fasilitas kesehatan. Di kabupaten ada beberapa lokasi, Kota Bogor juga akan menyiapkan lokasi yang non layanan kesehatan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai pertemuan.

Kerja sama ini nantinya di kedua daerah tersebut bisa saling mencocokan data rujukan pasien melalui aplikasi sistem informasi rujukan (e-SIR) Kota Bogor dan Sistem Aplikasi Si Tegar (Sistem Informasi Tempat Tidur Ruangan Rujukan Rumah Sakit) Kabupaten Bogor. “Jadi, bisa memastikan ketersedian ruangannya, akan dimaksimalkan juga sistem rujukannya. Jadi, warga bisa dirujuk ke rumah sakit mana yang tersedia,” katanya.


Baca juga:Antisipasi Kasus Covid-19 Melonjak, 2 RS di Kota Bogor Tambah Ruangan


Kedua, wali kota dan bupati sepakat menguatkan kerja sama untuk memastikan protokol kesehatan berjalan maksimal, terutama di titik-titik perbatasan.“Tadi ada dua Kasatpol PP dan Kadishub yang akan mengidentifikasi di titik-titik mana yang perlu koordinasi secara teknis,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku siap untuk menangani Covid-19, baik di Kabupaten maupun Kota Bogor. Pasalnya, Kabupaten Bogor juga memiliki risiko masuk ke zona merah. “Ini masalah yang harus kita tangani bersama, karena ini Bogor,” jelasnya.

Ade Yasin menyebutkan, pihaknya memiliki ruang rawat inap yang lebih banyak dibandingkan di Kota Bogor. Ada 4 RSUD yang khusus menangani Covid-19, dua tempat isolasi di Kemang dan pusat isolasi di Cibogo, Puncak yang belum digunakan sampai saat ini yang dikerjasamakan dengan pihak swasta.

“Satu misi bagi kami adalah bagaimana kita dahulukan penyelamatan orang dengan koordinasi ini. Kami sharing bagaimana ketersediaan rumah sakit, kita sudah bahas juga bagaimana penanganan secara cepat termasuk pengamanan di batas-batas wilayah yang harus kita tangani bersama,” katanya.

Mengenai ketersediaan tenaga medis memang diakuinya menjadi persoalan tersendiri. Sebab, ketika ada ruangan atau tempat isolasi harus menyiapkan tenaga medisnya. “Iya nanti kita siapkan itu, iya semua dari kita,” kata Wali Kota Bogor menimpali Bupati Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal

22 June 2026 - 18:19 WIB

Jenal Mutaqin Apresiasi Peran HMI MPO di Bidang Pendidikan dan Lingkungan

20 June 2026 - 13:57 WIB

Ini Langkah Awal Arwinsyah Putra Usai Terpilih Jadi Ketua Kadin

18 June 2026 - 15:15 WIB

Duta KTR Kota Bogor Dikukuhkan

17 June 2026 - 15:19 WIB

Bentuk Saka Adminduk, Pramuka Kota Bogor dan Discukcapil Teken MoU

13 June 2026 - 22:23 WIB

Trending on Kabar Bogor