Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Positif Covid Meningkat, Kota dan Kabupaten Bogor Sepakat Kerja Bareng

badge-check


					Positif Covid Meningkat, Kota dan Kabupaten Bogor Sepakat Kerja Bareng Perbesar

Meningkatnya kasus positif covid 19, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pertemuan dengan pembahasan utama soal penanganan Covid-19 di Hotel Melchior, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Jumat (4/9/2020). Kedua kepala daerah itu sepakat untuk kerja sama penyediaan ruang rawat inap pasien Covid-19, baik di rumah sakit maupun non faskes dan menggencarkan protokol kesehatan, terutama di area perbatasan.

“Jadi, ada dua hal besar yang tadi kami sepakati. Pertama, kota dan kabupaten akan melakukan kerja sama yang lebih teknis dan taktis terkait tersedianya layanan rawat baik dengan pasien-pasien gejala sedang, berat ataupun ringan, baik di rumah sakit maupun non fasilitas kesehatan. Di kabupaten ada beberapa lokasi, Kota Bogor juga akan menyiapkan lokasi yang non layanan kesehatan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai pertemuan.

Kerja sama ini nantinya di kedua daerah tersebut bisa saling mencocokan data rujukan pasien melalui aplikasi sistem informasi rujukan (e-SIR) Kota Bogor dan Sistem Aplikasi Si Tegar (Sistem Informasi Tempat Tidur Ruangan Rujukan Rumah Sakit) Kabupaten Bogor. “Jadi, bisa memastikan ketersedian ruangannya, akan dimaksimalkan juga sistem rujukannya. Jadi, warga bisa dirujuk ke rumah sakit mana yang tersedia,” katanya.


Baca juga:Antisipasi Kasus Covid-19 Melonjak, 2 RS di Kota Bogor Tambah Ruangan


Kedua, wali kota dan bupati sepakat menguatkan kerja sama untuk memastikan protokol kesehatan berjalan maksimal, terutama di titik-titik perbatasan.“Tadi ada dua Kasatpol PP dan Kadishub yang akan mengidentifikasi di titik-titik mana yang perlu koordinasi secara teknis,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku siap untuk menangani Covid-19, baik di Kabupaten maupun Kota Bogor. Pasalnya, Kabupaten Bogor juga memiliki risiko masuk ke zona merah. “Ini masalah yang harus kita tangani bersama, karena ini Bogor,” jelasnya.

Ade Yasin menyebutkan, pihaknya memiliki ruang rawat inap yang lebih banyak dibandingkan di Kota Bogor. Ada 4 RSUD yang khusus menangani Covid-19, dua tempat isolasi di Kemang dan pusat isolasi di Cibogo, Puncak yang belum digunakan sampai saat ini yang dikerjasamakan dengan pihak swasta.

“Satu misi bagi kami adalah bagaimana kita dahulukan penyelamatan orang dengan koordinasi ini. Kami sharing bagaimana ketersediaan rumah sakit, kita sudah bahas juga bagaimana penanganan secara cepat termasuk pengamanan di batas-batas wilayah yang harus kita tangani bersama,” katanya.

Mengenai ketersediaan tenaga medis memang diakuinya menjadi persoalan tersendiri. Sebab, ketika ada ruangan atau tempat isolasi harus menyiapkan tenaga medisnya. “Iya nanti kita siapkan itu, iya semua dari kita,” kata Wali Kota Bogor menimpali Bupati Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Trending on Headline