Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Polisi Gagalkan Tawuran

badge-check


					Polisi Gagalkan Tawuran Perbesar

image

Sebanyak 56 siswa SMK PGRI 2 Kota Bogor diamankan petugas patroli bermotor Polres Bogor Kota ketika hendak tawuran di sekitar Warung Jambu, Senin(5/10/2015). Dua di antaranya diketahui membawa senjata tajam jenis parang.

Kabag Operasional Polres Bogor Kota Kompol Ricardo Condrat Yusuf mengatakan siswa yang diamankan duduk di kelas 1 dan 2 SMK. Diduga, para seniornya menjadi provokator sehingga puluhan siswa ini berniat tawuran. “Saat diamankan, mereka sedang ejek-ejekan dengan siswa dari SMK Tri Dharma yanag ada di Jalan Sholeh Iskandar,” kata Ricardo.

image

Para siswa ini diminta telanjang dada dan dicukur paksa oleh petugas polisi. Mereka kemudian diminta berjemur di lapangan sambil push up, sit up, dan berguling-guling di lapangan. “Sekarang sedang menunggu orangtua dan guru mereka,” lanjutnya.

Meski mendapat ceramah dan peringatan dari polisi, para siswa ini nampaknya tidak begitu mengindahkan teguran polisi. Beberapa di antaranya bahkan masih bisa tertawa-tawa dan meledek polisi yang mengabsen mereka. Bahkan, ketika diberitahu, beberapa masih terlihat ngobrol sendiri dengan temannya.

Mereka juga membantah akan tawuran. Menurut salah seorang pelajar, M, mereka akan belajar bersama. Namun, ketika ditanya soal senjata tajam yang dibawa, mereka tidak bisa menjawab.

Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra mengatakan perlu ada program khusus untuk menanggulangi kasus tawuran di Kota Bogor yang semakin mengkhawatirkan. “Soal tawuran tidak bisa diselesaikan seperti memadamkan api. Kalau cuma dirazia, berapa sih, kekuatan personil kita? Tidak akan selesai,” kata Andi.

Oleh karena itu, dia mengusulkan adanya program yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk TNI. Misalnya dengan memasukkan para siswa bermasalah ke program latihan yang dilakukan oleh TNI. “Namun, harus konsultasi dulu dengan KPAI. Sebab, bagaimanapun, mereka masih anak di bawah umur. Jadi, solusinya juga harus baik untuk masa depan mereka,” ucap Andi.

Dia menilai aksi tawuran yang ada saat ini bukan sekedar kenakalan remaja, melainkan sudah aksi kriminalitas. Bahkan, di Kota Bogor sudah sering memakan korban jiwa. Andi yang lama tinggal di Bogor juga menyadari jika tawuran sudah ada sejak dia kecil dan sampai sekarang tidak pernah selesai. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline