Menu

Dark Mode
Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho Perluas Sinyal Internet ke Wilayah Sulit RI, Bukti Pentingnya Peran Telkomsat BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah

Headline

PM Tunisia perintahkan penutupan puluhan masjid

badge-check

PM Tunisia, Habib Essid, mengatakan ada sejumlah masjid di negaranya yang menyebarkan propaganda beracun.

Perdana Menteri Tunisia akan menutup sedikitnya 80 masjid yang dituduh menghasut jemaah untuk melakukan aksi kekerasan terkait dengan peristiwa penembakan di kawasan wisata Sousse.

Berbicara dalam jumpa pers di ibu kota Tunisia, Tunis, PM Tunisia Habib Essid mengklaim ada masjid-masjid tertentu yang menyebarkan bisa beracun sehingga tempat-tempat ibadah itu bakal ditutup Kementerian Dalam Negeri dalam kurun sepekan.

“Sejumlah masjid terus menyebarkan propaganda dan bisa mereka untuk mempromosikan terorisme,” kata Essid.

Meski demikian, Essid tidak menyebut secara spesifik masjid mana yang akan ditutup dan apa saja kriteria yang dilanggar sehingga penutupan dilakukan.

Selain menutup masjid, Essid berikrar untuk bertindak terhadap partai-partai dan kelompok-kelompok yang beraksi di luar konstitusi. Essid tidak menepis tindakan yang bakal dia lakukan mencakup penutupan.

null
Jumlah korban tewas akibat aksi penembakan di Sousse mencapai 39 orang.

Soal peristiwa penembakan di kawasan wisata Sousse, Essid mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Inggris. Namun, dia tidak menyebut secara pasti jumlahnya.

Hingga saat ini, korban tewas akibat aksi penembakan di Sousse mencapai 39 orang. Sebagian besar di antara mereka ialah turis asing dari Jerman, Belgia, Irlandia, dan Inggris.

Mereka tengah berwisata di pantai pada Jumat (26/06) tatkala seorang pria bersenapan serbu Kalashnikov tiba-tiba melepaskan tembakan.

Kelompok milisi ISIS mengklaim mereka berada di balik serangan tersebut dan mengatakan pelaku yang bernama Abu Yahya al-Qayrawani ialah anggota mereka.

Peristiwa berdarah itu berjarak tiga bulan setelah aksi penembakan serupa terjadi di Museum Bardo, Kota Tunis.

null
Aparat Tunisia berpakaian preman berjaga setelah peristiwa berdarah di Sousse. Insiden itu berjarak tiga bulan setelah aksi penembakan serupa terjadi di Museum Bardo, Kota Tunis.

Saat itu, sekelompok orang menembaki pengunjung museum sehingga 23 orang, termasuk 20 wisatawan asing dari Jepang, Kolombia, Inggris dan sejumlah negara Eropa lainnya terbunuh.

Koresponden BBC di Tunisia, Rana Jawad, melaporkan masyarakat begitu terpukul atas kejadian penembakan di negara mereka.

Memperparah keadaan, dua kekuatan politik Tunisia, yakni partai Islam Ennahda dan partai sekuler Nidaa Tounes, tidak bisa berbuat banyak untuk menggalang dukungan memerangi kekerasan.

Padahal, aksi tersebut dipandang krusial mengingat sebagian milisi Tunisia dan milisi dari negara tetangga, Libia, baru pulang bertempur bersama kelompok ISIS di Suriah dan Irak.

:> bbc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan

11 April 2026 - 19:22 WIB

Griya Pekerja Batam Curhat ke Direksi BPJS Ketenagakerjaan 

8 April 2026 - 14:34 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

4 April 2026 - 07:09 WIB

Vonis Bebas Amsal Sitepu, Cerminkan Rasa Keadilan

2 April 2026 - 22:13 WIB

Bupati Rudy Susmanto Dites Urine, ASN Pemkab Bogor Tunggu Giliran

2 April 2026 - 20:29 WIB

Trending on Headline