Menu ✖

Dark Mode
Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

Kabar Lifestyle

Platform CSIRTRadar Meluncur, Pelacak Kebocoran Data di Dark Web

badge-check


					Ilustrasi hacker(Foto: Freepik) Perbesar

Ilustrasi hacker(Foto: Freepik)

Platform pelacak kebocoran data, CSIRTradar, resmi diluncurkan pada Kamis (9/10/2025). Platform lokal buatan PT Prosperita Sistem Indonesia ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan kebocoran data sistem sebelum dieksploitasi peretas. 

Yudhi Kukuh founder CSIRTradar mengatakan, teknologi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi kebocoran termasuk kredensial login, data pribadi, atau kekayaan intelektual yang berpotensi dijual di pasar gelap seperti dark web. 

Platform ini nantinya akan memberikan peringatan dini kepada yang bersangkutan, ketika informasi sensitif perusahaan, lembaga, atau individu tersebut terpapar. 

“Dengan gabungan dark web monitoring yang proaktif dan vulnerability alert yang akurat, kami memberi tim CSIRT kemampuan untuk melihat ancaman sebelum dieksploitasi,” ujar Yudhi Kukuh, dalam acara peluncuran yang digelar secara online, Kamis (9/10/2025).

Menurut Yudhi, platform ini akan membantu tim keamanan siber agar dapat membuat keputusan mitigasi yang cepat dan berdampak.

“Fokus kami bukan hanya mendeteksi, tetapi juga menyajikan laporan agar organisasi dapat bertindak cepat dan tepat,” kata Yudhi. 

Peluncuran CSIRTradar dilakukan di tengah meningkatnya ancaman kebocoran data di Indonesia. Mengutip laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebanyak 56,1 juta data dari 461 stakeholder di Indonesia bocor di dark web sepanjang tahun 2024. 

Kasus terbanyak berasal dari sektor administrasi pemerintahan (58,34 persen), diikuti oleh sektor lainnya (30,14 persen), keuangan (3,58 persen), dan teknologi informasi dan komunikasi (2,73 persen). 

Cara platform melakukan deteksi dini

Platform CSIRTradar menawarkan dua kapabilitas utama, Dark Web Monitoring dan Vulnerability Alert. 

Dark Web Monitoring bekerja seperti radar yang memantau aktivitas di dark web dan mendeteksi potensi kebocoran data. 

Pemantauan dilakukan terhadap berbagai indikator, seperti infostealer log (malware pencuri data), kebocoran kredensial e-mail akibat phishing, kebocoran domain, hingga diskusi di forum rahasia dan pasar gelap daring. 

Sementara Vulnerability Alert memberikan notifikasi dini ketika ditemukan celah keamanan baru dalam sistem yang digunakan perusahaan, baik dari basis data Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) maupun Open Source Vulnerabilities (OSV).

CSIRTradar menggabungkan data dari CVE dan OSV, kemudian mengelompokkan informasi berdasarkan vendor dan produk untuk memudahkan analisis risiko. 

Setiap laporan disertai nilai CVSS (Common Vulnerability Scoring System) serta rekomendasi penanganan prioritas. Notifikasi dapat diterima secara real-time melalui e-mail.

Platform ini juga menyediakan konsol berbasis web agar pengguna bisa mengakses laporan secara cepat dan terjadwal. Laporan mencakup detail seperti username atau e-mail yang bocor, jenis malware, waktu dan sumber kebocoran, serta saran mitigasi yang dapat langsung diterapkan. 

“Dengan fitur seperti Dark Web monitoring dan Vulnerability Alert, organisasi di Indonesia dapat mempertahankan kontrol atas informasi penting, mencegah penyalahgunaan, dan memastikan perlindungan menyeluruh terhadap merek dan sistem internal mereka,” pungkas Yudhi.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional

3 October 2026 - 10:26 WIB

Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru

2 October 2026 - 18:46 WIB

AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

2 October 2026 - 18:41 WIB

Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor

2 October 2026 - 18:38 WIB

Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat

2 October 2026 - 18:27 WIB

Trending on Kabar Lifestyle