Menu

Dark Mode
Semangat Bulan Muharram 1448 H di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia Pertamina Pastikan Penyaluran BBM di Seluruh SPBU Jabodetabek Tetap Berjalan Optimal Gerak Jalan Sehat Harkopnas Meriah, Ketua DPRD Bogor Apresiasi Peran Koperasi Di Mana Letak Kota Bizantium yang Hilang? OpenAI Respons Gugatan Apple yang Tuding Pencurian Rahasia Dagang Apple Gugat OpenAI atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang

Kabar Pendidikan

Pertama, Sidang Ipb DigelarTerbuka

badge-check


					Pertama, Sidang Ipb DigelarTerbuka Perbesar

image

Institut Pertanian Bogor membuat gebrakan baru dengan menggelar sidang paripurna Majelis Wali Amanat secara terbuka, Rabu (30/9/2015). Padahal, biasanya sidang paripurna dilakukan secara tertutup. Ketua MWA IPB, M.A. Chozin mengatakan IPB ingin membiasakan tradisi keterbukaan dan transparansi agar masyarakat mudah mengontrol apa yang sedang dikerjakan IPB.

“Sidang terbuka dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, masyarakat, dan pemda. Dengan demikian, masyarakat tahu IPB sedang mengerjakan apa, anggaran kita berapa. Nantinya masyarakat bisa mengontrol apa yang kita kerjakan,” kata Chozin.

Dalam sambutannya, Chozin menyebut IPB perlu menggenjot pembangunan jejaring yang lebih luas. Dengan demikian ada kedekatan antara inovasi yang sudah dihasilkan dengan pihak luar. Sebab, selama ini masih sedikit hasil inovasi IPB yang dimanfaatkan dunia usaha.

Chozin menyayangkan sebagian besar industri di Indonesia belum tertarik untuk memanfaatkan riset perguruan tinggi. Padahal, di kalangan industri sendiri masih banyak yang belum memiliki divisi riset dan pengembangan. Risiko di bidang pertanian yang terlampau besar seringkali dijadikan alasan dunia industri.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardiyanto dalam laporannya mengatakan kinerja dari perspektif keuangan telah mencapai 80,09 persen dari target yang ditetapkan pada 2015. Tahun 2015 ini, lanjut Herry, IPB menerima dana APBN senilai Rp 100 miliar. Jumlah ini masih kurang dibandingkan target yang mencapai Rp 267 miliar.

“Capaian penyerapan anggaran juga baru 37,45 persen. Hal ini terkait dengan proses penagihan oleh kontraktor yang memang baru 20 persen dari nilai kontrak secara keseluruhan,” kata Herry. Diakui Herry, hal terberat yang harus dikejar adalah pengembangan sistem informasi akademik, SDM, dan keuangan. Apalagi dengan kondisi anggaran yang terbatas. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cetak Talenta Vokasi Unggul, United Tractors Gelar Lomba Kompetensi Siswa

8 July 2026 - 20:55 WIB

941 Pramuka Garuda Kota Bogor Resmi Dikukuhkan

5 July 2026 - 21:54 WIB

Bahas Agenda Kerja dan Pilih Ketua, Kwaran Tansa Gelar Musran

24 June 2026 - 17:41 WIB

276 Anggota Pramuka Kwarran Bogor Barat Raih Predikat Pramuka Garuda

14 June 2026 - 20:15 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Kwarran Bogor Barat Gelar Gerakan Menanam Insan Pramuka

17 May 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Pendidikan