Menu ✖

Dark Mode
Evaluasi HUT Ke-270 Kota Jogja, DPRD DIY Minta Anggaran 2027 Harus Berpihak Rakyat Sosiolog UGM: Jangan Musuhi Rakyat dan Mahasiswa Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

Headline

Perampokan Diupload di Facebook, Kapolres Hukum Anggota, Ini Fotonya…

badge-check

JAKUT – Tujuh anggota polisi Pos Pantau Cilincing terancam hukuman indisipliner. Itu terjadi setelah tujuh aparat tersebut mengabaikan laporan warga terkait aksi penodongan yang dilakukan tiga remaja di Jalan Raya Cilincing, Rabu (10/6). Hal tersebut menjadi heboh setelah Diki Septerian, warga yang diabaikan laporannya, meng-upload-nya ke akun Facebook.

Kapolres Jakarta Utara Kombespol Susetio Cahyadi menegaskan hal tersebut. Tujuh orang itu terancam hukuman indisipliner atau didemosi. Yakni, tidak diberikan hak untuk sekolah dan penundaan kenaikan pangkat. Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka lalai dalam menjalankan tugasnya. Seharusnya, mereka siap melayani dan mangayomi masyarakat.

”Korban kan melapor, harusnya dilayani. Tapi, ini diabaikan. Hukumannya, ya itu enggak naik pangkat,” jelasnya Senin (15/6). Tujuh anggota polisi tersebut adalah Aiptu S (kepala pos pantau), Aiptu S, Brigadir A, Brigadir I, Briptu Y, Brigadir A, dan Brigadir I.

Menurut dia, setiap anggota polisi ketika menerima laporan warga seharusnya merespons dengan baik. Kendati saat menerima laporan perampokan itu tidak berada di pospol, setidaknya anggota tersebut bergerak menangkap pelakunya.

Setiap anggota polisi bisa menangkap pelaku kejahatan. Mau anggota lalu lintas, Sabhara, atau yang lainnya, dia boleh menangkap pelaku ketika kejahatan terjadi di sekitarnya. Apalagi jika terjadi di depan mata. ”Atau petugas mengantarkan korban ke polsek terdekat untuk membuat laporan,” tegasnya.

Pihaknya juga dalam waktu dekat akan bertemu Diki Septerian, pemilik akun Facebook yang mem-posting kasus penodongan di Jalan Raya Cilincing tersebut. Pertemuan itu dilakukan untuk mengetahui lebih jauh terkait penodongan tersebut.

Susetio menyatakan, dirinya juga ingin menuturkan kepada Diki bahwa kasus penodongan yang melibatkan korban, yakni pengemudi Mitsubishi Colt L9667H, sudah ditindaklanjuti. Jangan sampai hal tersebut dibilang bahwa petugas diam saja.

”Ini adalah tanggung jawab kami sebagai aparat. Agar masyarakat tak segan-segan melaporkan kepada polisi,” tegasnya. ’’Ini yang mau lapor sudah ada, tapi malah diabaikan,’’ tambahnya.

Menurut Susetio, dalam kasus penodongan di Cilincing, polisi baru menangkap RF, 17, di Jalan Kalibaru 1, RT 10/08, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (14/6). Pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara sembilan tahun. Sementara itu, dua pelaku yang lain, SK dan KM, masih dicari. ”Kami janji akan tangkap dua pelaku itu,” terangnya. (gum/ano/mas)

:> JPNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Evaluasi HUT Ke-270 Kota Jogja, DPRD DIY Minta Anggaran 2027 Harus Berpihak Rakyat

8 October 2026 - 21:17 WIB

Sosiolog UGM: Jangan Musuhi Rakyat dan Mahasiswa

8 October 2026 - 21:09 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

8 October 2026 - 12:09 WIB

Polresta Sleman Tangkap Sejoli Kasus Penelantaran Bayi di Kalasan

7 October 2026 - 19:29 WIB

Trending on Headline