Penerapan Metode Cost Plus Pricing di Bumdes Sumur Batu

unpak

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pakuan, Bogor melakukan penelitian terkait metode penerapan untuk nantinya digunakan sebagai penentu harga jual produk.

Penelitian itu dilakukan di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Adikarya Mandiri, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang memproduksi berbagai macam tempat sampah. Adapun Metode tersebut dinamai metode cost plus pricing.

Dalam penilitan yang dilakukan sejumlah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan, diantaranya Ellyn Octavianty, Agung Fajar Ilmiyono, Abdul Kohar dan Wira Ade Putra ini, pokok penelitian ditujukan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dan proses penetapan harga jual produk pada BUMDes Adikarya Mandiri.

“Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan penetapan harga jual dengan menggunakan cost plus pricing. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif,” kata Ellyn Octavianty.

Ellyn melanjutkan, jenis sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penelitian di BUMDes Adikarya Mandiri berdasarkan dokumen yang dilengkapi dengan cara wawancara.

“Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan harga pokok produksi BUMDes Adikarya Mandiri lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan metode full costing. Sedangkan dengan menggunakan metode cost plus pricing, harga jual menjadi lebih tinggi dibandingkan menurut BUMDes Adikarya Mandiri,” paparnya.

Sementara itu, Agung Fajar Ilmiyono mengatakan, BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution) yang bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal ke pasar.

“Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh BUMDes yaitu menentukan harga jual produk. Harga jual sangat erat kaitannya dengan pencapaian laba. Laba dapat diartikan sebagai imbalan atas upaya BUMDes menghasilkan barang ataupun jasa. Ini sekaligus untuk menegaskan bahwa pendirian BUMDes bukan sematamata untuk mengejar keuntungan setingitingginya, tetapi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dari hasil penelitian, BUMDes Adikarya Mandiri dalam menentukan harga jual harus menawarkan harga jual yang tepat agar konsumen bersedia membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, penentuan harga jual dilakukan berdasarkan estimasi biaya-biaya yang dikorbankan.

“Jenis dan Sumber Data Jenis data yang diteliti adalah data kualitatif. Selanjutnya jenis sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penelitian di BUMDes Adikarya Mandiri Desa Sumur Batu,” sebut Agung.

Sedangkan, Dosen Abdul Kohar menjabarkan, dalam penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing, perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh BUMDes Adikarya Mandiri yaitu dengan menjumlahkan semua total biaya produksi yang terdiri dari resin eternal, met 200 fantate, catalist mepoke, pigment blue cw cerepol, pigment light orange cerepol, upah karyawan, cetakan tong sampah, pipa besi, kuas, mirror glaze, tener a, dan stirin monumer.

Adapun perhitungan biaya total yaitu: Harga Jual = Biaya Total + Mark Up Biaya total = Biaya produksi + Biaya non produksi Selanjutnya harga jual dihitung dengan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing yaitu dengan cara menjumlahkan total taksiran biaya total dengan mark up (%) kemudian dibagi dengan volume produksi,” bebernya.
Hasilnya, dalam perhitungan harga jual yang dilakukan BUMDes Adikarya Mandiri, BUMDes hanya memperhitungkan unsur biaya produksi saja, Mark up = Harga jual/unit – HPP/ unit HPP/unit = Rp 350.000 – Rp 298.000 Rp 298.000 = 0,1745 = 17,45% sedangkan biaya non produksi tidak diperhitungkan.

Dengan menggunakan pendekatan full costing pada perhitungan harga pokok produksi akan menghasilkan perhitungan yang berbeda BUMDes Adikarya Mandiri.

Maka perhitungan penentuan harga jual cost plus pricing menggunakan metode full costing dengan mengharapkan laba sebesar 40% adalah sebagai berikut Harga pokok produksi Rp 12.987.580 Biaya non produksi Biaya transportasi 300.000 Biaya iklan 74.583 Biaya Total Rp 13.362.163 Jadi harga jual untuk tong sampah bulat gandeng 2 yaitu : = Biaya total + (% laba x biaya total) = Rp 13.362.163 + (40% x Rp 13.362.163) = Rp 18.707.028.

“Penentuan harga jual pada BUMDes Adikarya Mandiri Desa Sumur Batu dengan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing lebih tinggi dibandingkan perhitungan BUMDes Adikarya Mandiri. Sehingga harga jual yang ditetapkan BUMDes Adikarya Mandiri dengan metode cost plus pricing terdapat selisih yaitu sekitar Rp 95.405,” jelas Abdul Kohar.

Ditempat yang sama, Wira Ade Putra menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian penentuan harga jual pada BUMDes Sumur Batu hanya menggunakan estimasi atau perkiraan dari harga per unit tong sampah gandeng 2 untuk menetapkan harga jual.

“BUMDes Sumur Batu ini menginginkan mark up sebesar 40%, namun yang di capai pada bulan September hanya sekitar 17,45%. Dengan mark up sekian, harga jual yang diperoleh yaitu sebesar Rp350.000. Sedangkan jika BUMDes Sumur Batu menginginkan mark up sebesar 40% maka harga jual yang seharusnya ditetapkan yaitu sebesar Rp445.405 sesuai dengan perhitungan metode cost plus pricing melalui pendekatan full costing yang telah dihitung peneliti,” sebutnya.

Diharapkan, metode ini dapat dijadikan acuan untuk pengambilan Harga Jual per Unit = Harga jual Jumlah unit = Rp 18.707.028 42 = Rp 445.405 keputusan penawaran konsumen sehingga penawaran tersebut tidak merugikan bagi BUMDes Adikarya Mandiri. *

Penulis A Fauzi/rls

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *