Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Gelar Sosialisasi PSEL, Tekankan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

badge-check


					sekda kota bogor denny mulyadi. (foto: kominfo kota bogor) Perbesar

sekda kota bogor denny mulyadi. (foto: kominfo kota bogor)

Kota Bogor-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, membuka sosialisasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Paseban Sri Bima, Kamis (23/4/2026).

“Selama ini sampah selalu dinilai negatif, identik dengan polusi dan bau. Namun, berdasarkan paparan yang kami terima, proses PSEL tidak menimbulkan limbah maupun polusi asap,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini merupakan langkah awal Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan DPRD Kota Bogor, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Denny Mulyadi menjelaskan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius, tidak hanya di Kota Bogor tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber, keterbatasan infrastruktur, serta meningkatnya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik menjadi persoalan yang harus ditangani bersama.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kebijakan tersebut mendorong pemanfaatan sampah menjadi energi listrik, bioenergi, maupun bahan bakar terbarukan lainnya, sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan.

Denny Mulyadi mengungkapkan, saat ini timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 750 ton per hari dan diproyeksikan meningkat menjadi 785,8 ton per hari dalam tiga tahun ke depan, serta mencapai 855,69 ton per hari dalam sepuluh tahun ke depan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak dapat lagi mengandalkan metode konvensional seperti tempat pembuangan akhir (TPA), mengingat keterbatasan lahan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.

Kota Bogor mendapatkan alokasi pembangunan dua fasilitas PSEL yang terintegrasi dengan wilayah sekitar. Pertama, PSEL regional di Galuga berkapasitas 1.500 ton per hari untuk wilayah Bogor Raya, yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan pihak investor.

Kedua, rencana pembangunan PSEL di Kayumanis berkapasitas 1.000 ton per hari yang juga melayani wilayah sekitar.

“Melalui sosialisasi ini, Pemkot Bogor ingin memberikan pemahaman yang utuh dan transparan kepada masyarakat terkait rencana pembangunan PSEL, termasuk manfaat, serta peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” ucap Denny Mulyadi. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor