Menu

Dark Mode
Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran Sinkronisasi Proram Kerja, Saka Sako dan Gugus Darma Gelar Raker Pitaran Pelatih Pembina Pramuka 2026, Isu Energi dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Gelar Sosialisasi PSEL, Tekankan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

badge-check


					sekda kota bogor denny mulyadi. (foto: kominfo kota bogor) Perbesar

sekda kota bogor denny mulyadi. (foto: kominfo kota bogor)

Kota Bogor-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, membuka sosialisasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Paseban Sri Bima, Kamis (23/4/2026).

“Selama ini sampah selalu dinilai negatif, identik dengan polusi dan bau. Namun, berdasarkan paparan yang kami terima, proses PSEL tidak menimbulkan limbah maupun polusi asap,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini merupakan langkah awal Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan DPRD Kota Bogor, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Denny Mulyadi menjelaskan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius, tidak hanya di Kota Bogor tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber, keterbatasan infrastruktur, serta meningkatnya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik menjadi persoalan yang harus ditangani bersama.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kebijakan tersebut mendorong pemanfaatan sampah menjadi energi listrik, bioenergi, maupun bahan bakar terbarukan lainnya, sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan.

Denny Mulyadi mengungkapkan, saat ini timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 750 ton per hari dan diproyeksikan meningkat menjadi 785,8 ton per hari dalam tiga tahun ke depan, serta mencapai 855,69 ton per hari dalam sepuluh tahun ke depan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak dapat lagi mengandalkan metode konvensional seperti tempat pembuangan akhir (TPA), mengingat keterbatasan lahan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.

Kota Bogor mendapatkan alokasi pembangunan dua fasilitas PSEL yang terintegrasi dengan wilayah sekitar. Pertama, PSEL regional di Galuga berkapasitas 1.500 ton per hari untuk wilayah Bogor Raya, yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan pihak investor.

Kedua, rencana pembangunan PSEL di Kayumanis berkapasitas 1.000 ton per hari yang juga melayani wilayah sekitar.

“Melalui sosialisasi ini, Pemkot Bogor ingin memberikan pemahaman yang utuh dan transparan kepada masyarakat terkait rencana pembangunan PSEL, termasuk manfaat, serta peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” ucap Denny Mulyadi. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS

26 April 2026 - 20:27 WIB

HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak

26 April 2026 - 18:43 WIB

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

25 April 2026 - 21:08 WIB

Sinkronisasi Proram Kerja, Saka Sako dan Gugus Darma Gelar Raker

25 April 2026 - 21:08 WIB

Pitaran Pelatih Pembina Pramuka 2026, Isu Energi dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus

25 April 2026 - 19:26 WIB

Trending on Kabar Bogor