Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Bogoh Ka Bogor

Pembangunan Alun Alun, 428 PKL Dewi Sartika Sudah Direlokasi 

badge-check


					Pembangunan Alun Alun, 428 PKL Dewi Sartika Sudah Direlokasi  Perbesar

Penataan kawasan pasar menjadi fokus Pemerintah Kota Bogor. Salah satunya di kawasan Jalan Dewi Sartika. Saat ini, kawasan yang cukup padat aktivitas perniagaan Pedagang Kaki Lima (PKL) telah disterilkan melalui upaya persuasif yang terus menerus dilakukan jajaran dinas di bawah kepemimpinan Bima Arya – Dedie A Rachim.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas S Rasmana mengatakan, PKL di Jalan Dewi Sartika tepatnya di depan Plaza Kapten Muslihat telah direlokasi ke beberapa tempat. Seperti ke Pasar Merdeka, Pasar Devris, Jalan Nyi Raja Permas, wilayah Sukasari dan sebagian memilih ke Pasar Javana atau lokasi lainnya. Jumlah pedagang yang terdata di lokasi tersebut mencapai 428. “Pedagang di badan jalan 240 dan di trotoar 188, kurang lebih totalnya 428 pedagang,” ujarnya.

Relokasi yang dilakukan terhadap pedagang itu, kata Anas, selain menata kawasan juga sebagai langkah awal pembangunan Alun Alun Bogor. Konsep yang diusungnya adalah Back to Nature dengan mengutamakan fasilitas serta pemandangan. Selain itu, alun-alun yang rencananya akan dibangun pada Maret 2020 itu juga akan terintegrasi dengan Masjid Agung serta Stasiun Bogor. “Makanya bangkitan disitu dikurangi, karena orang keluar masuk stasiun. Jadi jalur PKL akan ada di Nyi Raja Permas,” jelasnya.

Untuk menjaga lokasi tetap steril dari PKL, Anas telah melakukan penutupan terhadap trotoar dengan seng. Kemudian, ada tim yang berpatroli. Sehingga dia yakin lokasi akan aman sampai pembangunan Alun-alun dilalukan. “Kalau ketahuan ada yang berdagang akan langsung kami tertibkan,” tegasnya.

Dia berharap para pedagang bisa berjualan dengan baik di tempat relokasinya. Ke depan Pemkot tidak akan tinggal diam untuk keberlangsungan usaha mereka. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan bantuan modal melalui perbankan. “Saya menghimbau agar pedagang kooperatif dengan Pemerintah Kota Bogor karena Bogor akan maju dengan kehadiran trem dan LRT lalu nanti pintu stasiun Bogor akan dibuka ke arah Nyi Raja Permas sehingga semua lokasi di kawasan tersebut akan ramai dan baik bagi mereka,” pungkasnya.

advetorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

YKI Kota Bogor Kunjungi Pasien Kanker, Asmah Menangis Tanpa Suara

4 February 2026 - 08:37 WIB

Dedie Rachim Tinjau Lokasi Longsor di Bondongan

31 January 2026 - 10:20 WIB

Sekda Harap BPBD Kota Bogor Tingkatkan SDM dan Pelayanan

30 January 2026 - 18:30 WIB

Denny Mulyadi Tekankan Nilai Adab dan Kejujuran dalam AISC BPIBS 2026

28 January 2026 - 10:06 WIB

Kota Bogor Raih UHC Award Tahun 2026

28 January 2026 - 09:54 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor