Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Pedestrian Bogor Belum Ramah Difabel

badge-check

image

Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan penghargaan #foto deny hendrayana

Jalur pedestrian yang ada di Kota Bogor belum ramah difabel, belum aman dan nyaman. Banyaknya benturan aturan dan kewenangan serta belum ada kesadaran dalam merawat jalur pejalan kaki membuat kondisi jalur pedestrian memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Kota Bogor Irna Kusumawati ketika memberikan penghargaan untuk instansi yang ikut berperan dalam memelihara jalur pedestrian di Taman
Topi, Kota Bogor, Selasa (15/12/2015). “Dari semua penghargaan yang diberikan, ada beberapa penghargaan yang tidak kita kasih karena memang tidak memenuhi syarat, yakni ramah difabel dan pedestrian aman serta nyaman,” ucap Irna.

Sebagian besar peraih penghargaan juga merupakan instansi perbankan. Menurut Irna, hal itu karena perbankan memiliki kepentingan untuk kenyamanan nasabahnya. “Instansi yang lain juga punya keinginan yang sama. Tapi, mereka selalu mengeluhkan kewenangan mereka dalam mengusir PKL di pedestrian yang ada di wilayahnya,” kata Irna.

Irna juga mengkritisi pedestrian di depan Polres Bogor Kota karena jalur dihalangi oleh pembatas jalan yang ditaruh di tengah pedestrian. Meski maksudnya baik untuk menghalangi pengguna sepeda motor, kondisi ini malah membuat pejalan kaki sulit mengakses pedestrian.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui ada pembiaran dari aparat sehingga pedestrian menjadi rusak dan memprihatinkan. Padahal, jalur tersebut dibangun dengan anggaran miliaran rupiah. “Kalau saya lewat saja, sepi dan bersih. Kalau saya tidak lewat, pasti penuh dengan PKL,” kata Bima.

Menurut dia, ada kultur yang harus dibangun agar bisa sama-sama menjaga pedestrian. Dia menilai selama ini terlalu sibuk membangun infrastruktur tetapi kurang peduli pada kultur, terutama dalam menjaga pedestrian. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline