Menu

Dark Mode
Milangkala Tatar Sunda Bawa Dampak Positif bagi Ekonomi Kota Bogor Sambut HJB, Botani Square, Hotel Santika dan IICC Gelar Kegiatan Sosial Ribuan Masyarakat Kota Bogor Tumpah Ruah di Malam Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Dukung Indonesia ASRI, PWI Kota Bogor Bareng Kemendagri dan Pemkot Bogor Bebersih Situ Gede Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

Headline

Pedestrian Bogor Belum Ramah Difabel

badge-check

image

Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan penghargaan #foto deny hendrayana

Jalur pedestrian yang ada di Kota Bogor belum ramah difabel, belum aman dan nyaman. Banyaknya benturan aturan dan kewenangan serta belum ada kesadaran dalam merawat jalur pejalan kaki membuat kondisi jalur pedestrian memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Kota Bogor Irna Kusumawati ketika memberikan penghargaan untuk instansi yang ikut berperan dalam memelihara jalur pedestrian di Taman
Topi, Kota Bogor, Selasa (15/12/2015). “Dari semua penghargaan yang diberikan, ada beberapa penghargaan yang tidak kita kasih karena memang tidak memenuhi syarat, yakni ramah difabel dan pedestrian aman serta nyaman,” ucap Irna.

Sebagian besar peraih penghargaan juga merupakan instansi perbankan. Menurut Irna, hal itu karena perbankan memiliki kepentingan untuk kenyamanan nasabahnya. “Instansi yang lain juga punya keinginan yang sama. Tapi, mereka selalu mengeluhkan kewenangan mereka dalam mengusir PKL di pedestrian yang ada di wilayahnya,” kata Irna.

Irna juga mengkritisi pedestrian di depan Polres Bogor Kota karena jalur dihalangi oleh pembatas jalan yang ditaruh di tengah pedestrian. Meski maksudnya baik untuk menghalangi pengguna sepeda motor, kondisi ini malah membuat pejalan kaki sulit mengakses pedestrian.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui ada pembiaran dari aparat sehingga pedestrian menjadi rusak dan memprihatinkan. Padahal, jalur tersebut dibangun dengan anggaran miliaran rupiah. “Kalau saya lewat saja, sepi dan bersih. Kalau saya tidak lewat, pasti penuh dengan PKL,” kata Bima.

Menurut dia, ada kultur yang harus dibangun agar bisa sama-sama menjaga pedestrian. Dia menilai selama ini terlalu sibuk membangun infrastruktur tetapi kurang peduli pada kultur, terutama dalam menjaga pedestrian. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dukung Indonesia ASRI, PWI Kota Bogor Bareng Kemendagri dan Pemkot Bogor Bebersih Situ Gede

8 May 2026 - 15:18 WIB

Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia

6 May 2026 - 08:29 WIB

Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

5 May 2026 - 08:30 WIB

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

4 May 2026 - 22:29 WIB

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Trending on Headline