Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

THM Nakal Ditutup, MUI Dukung Langkah Bima

badge-check


					THM Nakal Ditutup, MUI Dukung Langkah Bima Perbesar

LANGKAH Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menutup permanen operasional diskotik nakal di Kota Bogor, mendapatkan dukungan berbagai pihak. Salahsatunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Mustofa Abdullah Bin Nuh yang akrab disapa Kiyai Toto ini, menilai keberadaan diskotik sangat rawan penyimpangan moral sehingga berpotensi merusak generasi bangsa.

“Kami dari MUI sangat mendukung kebijakan penutupan diskotik. Karena kami menilai diskotik rawan disalah gunakan, namanya juga tempat seperti itu,” kata Kiyai Toto, Rabu (24/1/2018).

thm-nakalUlama lanjut Kyai Toto, khususnya MUI akan berada di garis terdepan bersama Walikota Bogor Bima Arya dalam memberantas kemaksiatan. Kiyai Toto juga meminta Bima Arya untuk tidak memberikan izin pembukaan diskotek baru di wilayah kota hujan.

“Maju terus, jangan gentar. MUI akan dukung. Masih banyak cara mencari PAD yang berkah. Terlebih Walikota komitmen tidak akan memberi izin diskotik baru,” pungkasnya.

Sebelumnya 3 tempat hiburan malam (THM) di Kota Bogor ditutup karena tak mengikuti aturan dan diduga disalahgunakan. Bima Arya pun menegaskan Pemerintah tidak akan memberikan izin baru sejenis diskotik atau klub malam.

“Di Kota Bogor ada sekitar 20 tempat hiburan malam dan akan segera dievaluasi semua izinnya. Jika berdampak buruk bagi masyarakat, akan dicabut izinnya. Kalau karaoke keluarga kita izinkan, tapi kalau diskotik dan klub malam sejauh saya masih memegang amanah menjadi Wali Kota tidak akan dikeluarkan izinnya,” tegas pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Bima menambahkan, berdasarkan evaluasi tempat hiburan malam yang hanya memberi sumbangan pajak asli daerah (PAD) sebesar Rp171 juta per tahun.

“Kontribusi diskotek adalah yang paling minim. Semisal diskotek Lipss, hanya menyumbang PAD sekitar Rp100 juta per tahun. Kalaupun menyumbang PAD Rp10 miliar per bulan, jika banyak mudharatnya, buat apa?,” tegasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline