Mitigasi Bencana, Warga Kota Bogor Diminta Tetap Waspada

Memasuki akhir tahun 2021 dan awal 2022, Pemerintah Kota Bogor harus tetap siaga mengantisipasi bencana saat musim penghujan seperti saat ini. Pasalnya di beberapa wilayah di Kota Bogor, terdapat area rawan bencana. Baik bencana tanah longsor maupun banjir.

Mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Bima Arya telah  mendirikan posko siaga bencana di enam kecamatan di Kota Bogor. Ke enam posko tersebut diisi oleh personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dan sejumlah elemen yang berjaga di setiap posko selama 24 jam penuh.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, posko-posko tersebut didirikan untuk mempercepat langkah tanggap darurat. Ketika terjadi bencana, diharapkan posko bisa memudahkan akses bagi korban bencana untuk segera mendapatkan bantuan.

“Untuk memudahkan laporan warga atau pihak lain yang memerlukan pertolongan cepat atau tanggap darurat, ada nomor telepon yang bisa dihubungi di setiap posko siaga bencana,” kata Bima.

Sementara itu  Kepala BPBD Kota Bogor Teofilo Patricio, terkait informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor yang memprediksi akan terjadi hujan deras pada saat natal dan tahun baru (nataru) 2022. Menurutnya memang potensi bencana di akhir tahun diprediksi ada, apalagi di situasi geometerologi yang saat ini curah hujan mulai mengalami intensitas tinggi.

“Kami harapkan warga bisa melakukan pengamatan dan evaluasi di wilayahnya masing-masing akan potensi bahaya yang terjadi, dan mengantisipasi dini. Kondisi cuaca saat ini memang tak dipungkiri berbeda dengan minggu-minggu kemarin. Minggu lalu kondisinya cukup enak, tapi kalau mulai hari ini dan ke depan kelihatannya intensitas hujan mulai tinggi,” kata Teo.

Warga yang tinggal di bantaran sungai, lanjut Teo,  bisa mengantisipasi dini ketika  hujan dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam. Segera lakukan evakusi mandiri ke daerah aman.

Teo juga  mengaku jika Pemkot Bogor sudah menyiagakan 6 posko, yakni posko siaga bencana Kecamatan Bogor Utara  di Jalan Pangeran Sogiri, ujung simpang Pomad, dengan nomor telepon 082113972457. Kemudian Posko Bencana Kecamatan Bogor Selatan Jalan Layungsari III Nomor 41 dengan nomor telepon (0251) 8322812.

“Posko Kecamatan Tanah Sareal di Jalan Kebon Pedes Nomor 20 dengan nomor telepon (0251) 8328547. Posko Bencana Kecamatan Bogor Tengah berada di Jalan Sudirman depan Makodim dengan nomor telepon (0251) 832335/8326508, 0811116603, dan 0818631289. Lokasi Posko Bogor Barat, berada di halaman kantor Kecamatan Bogor Barat Jalan HT Sobari Nomor 19 dengan nomor telepon (0251) 7537866. Terakhir, Posko Bencana Kecamatan Bogor Timur berada di Lapangan Riau Kelurahan Baranangsiang dengan nomor telepon 085780288148,” jelasnya.

Ditanya berapa  petugas gabungan bersiaga tiap posko, menurut Teo, ada lima hingga sepuluh petugas berjaga di setiap posko dalam dua shift piket. Tim gabungan terdiri dari aparat kecamatan, unsur TNI dan Polri, Tagana, Linmas, Polmas, Komunitas Radio, dan masyarakat setempat.

Penulis/Editor Herman

 

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *