Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Microsoft Kehilangan Rp 51 Triliun Gara-gara ChatGPT

badge-check


					Microsoft Kehilangan Rp 51 Triliun Gara-gara ChatGPT. (Foto: Doc. Insider) Perbesar

Microsoft Kehilangan Rp 51 Triliun Gara-gara ChatGPT. (Foto: Doc. Insider)

Microsoft menanggung kerugian sebesar USD 3,1 miliar (sekitar Rp 51 triliun) pada laba bersih kuartal pertamanya akibat investasi besar-besaran di perusahaan kecerdasan buatan OpenAI, sang pencipta ChatGPT.
Dalam laporan keuangan tebaru, Microsoft menyebut penurunan laba itu berasal dari investasi metode ekuitas. Meski begitu secara keseluruhan, laba bersih Microsoft naik menjadi USD 27,7 miliar, dibandingkan USD 24,67 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sejak pertama kali berinvestasi di OpenAI pada 2019, Microsoft telah berkomitmen menanamkan modal USD 13 miliar, dengan USD 11,6 miliar di antaranya sudah terealisasi hingga akhir September 2025.

Microsoft saat ini memiliki investasi di OpenAI dengan valuasi USD 135 miliar, atau sekitar 27% kepemilikan jika dikonversi penuh. Microsoft juga mengungkap berdasarkan kesepakatan baru, OpenAI akan membeli layanan Azure tambahan senilai USD 250 miliar dan Microsoft tidak lagi punya hak prioritas sebagai penyedia komputasi utama bagi OpenAI.

CEO Microsoft Satya Nadella menyebut hubungan kedua perusahaan sebagai salah satu kemitraan dan investasi paling sukses dalam sejarah industri teknologi. Dikutip dari detikINET, dia menambahkan bahwa keduanya terus saling menguntungkan lewat pertumbuhan di berbagai bidang.

Meskipun sudah bermitra lebih dari setengah dekade atau jauh sebelum ChatGPT diluncurkan pada akhir 2022, Microsoft dan OpenAI kini mulai bersaing di beberapa sektor pasar AI.

Lebih dari setahun lalu, Microsoft bahkan memasukkan OpenAI ke dalam daftar pesaing resmi dalam laporan tahunan perusahaan, sejajar dengan raksasa seperti Amazon, Apple, Google, dan Meta. Dalam laporan itu, OpenAI disebut sebagai kompetitor di bidang produk AI, pencarian web, dan iklan berita.

Menariknya, tak lama setelah pengungkapan tersebut, OpenAI memperkenalkan prototipe mesin pencarian sendiri bernama SearchGPT yang menandai area kompetisi baru bagi keduanya.

Selama ini, Microsoft mengandalkan model AI milik OpenAI untuk mendukung fitur kecerdasan buatan di produk-produknya seperti Copilot dan Bing Chat. Namun pada Agustus lalu, Microsoft mulai menguji model AI buatan internalnya, yang bisa memperkuat kemampuan Copilot di masa depan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle