Menu

Dark Mode
PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC) Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

Kabar Lifestyle

Meta Tendang ChatGPT dan Copilot dari WhatsApp

badge-check


					ChatGPT, Copilot, dan Perplexity di WhatsApp.(Foto: KOMPAS.com/Bill Clinten) Perbesar

ChatGPT, Copilot, dan Perplexity di WhatsApp.(Foto: KOMPAS.com/Bill Clinten)

Pengguna WhatsApp selama ini bisa menggunakan sejumlah chatbot kecerdasan buatan (AI) di aplikasi percakapan. Beberapa di antaranya seperti ChatGPT, Copilot, Perplexity, hingga Meta AI.

Nah, mulai tahun depan, pengguna WhatsApp tak bisa lagi menggunakan chatbot AI pihak ketiga dan hanya bisa memakai chatbot AI buatan induk WhatsApp yaitu Meta AI saja.

Kebijakan ini, yang mulai berlaku pada 15 Januari 2026 mendatang, diterapkan karena Meta melarang perusahaan AI menggunakan sistem WhatsApp Business (Business API) sebagai tempat menjalankan chatbot AI bikinan sendiri.

Artinya, perusahaan yang punya chatbot AI, seperti OpenAI, Microsoft, Perplexity, dan kawan-kawan otomatis akan didepak dari WhatsApp dan tidak bisa digunakan lagi per tanggal 15 Januari 2026.

Perlu dicatat, aturan ini hanya menargetkan layanan yang menjadikan AI sebagai produk utama. Dengan kata lain, chatbot untuk kebutuhan layanan pelanggan dan dukungan teknis dari perusahaan lain masih diperbolehkan berjalan di WhatsApp.

Mengutip dari Kompas (28/11/2025), pengumuman soal pemberhentian layanan chatbot AI masing-masing perusahaan sudah bisa dilihat di website resmi mereka, seperti tampak pada gambar di atas.

OpenAI mengatakan, pengguna yang sering berdiskusi dengan ChatGPT di WhatsApp bisa menyimpan riwayat percakapan dengan cara menautkan akun WhatsApp mereka ke ChatGPT.

Selanjutnya, pengguna bisa melanjutkan pembicaraan lewat aplikasi ChatGPT di Android, iOS, atau versi web.

Sementara Microsoft tak menyebut apakah percakapan dengan Copilot di WhatsApp bisa disimpan atau diekspor seperti ChatGPT atau tidak.

Namun yang jelas, Microsoft hanya mengingatkan pengguna bahwa layanan chatbot AI Copilot masih bisa dipakai lewat aplikasi Copilot yang bisa diunduh di website resmi atau lewat platform lainnya yang tersedia.

Ada kemungkinan beberapa chatbot AI yang ada di WhatsApp, selain ChatGPT dan Copilot, juga memberikan informasi serupa terkait pemberhentian layanan di WhatsApp pada 15 Januari 2026.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PLN UPT Cirebon Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program TJSL Permata Usaha Karyamulya

16 July 2026 - 16:05 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat AI, PLN UPT Cirebon Kembangkan MSCC Menjadi Operation & Maintenance Center (OMC)

15 July 2026 - 16:08 WIB

Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru

15 July 2026 - 10:31 WIB

Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

15 July 2026 - 10:23 WIB

Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

15 July 2026 - 10:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle