Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Menteri KLH: Penelitian adalah Asset Berharga

badge-check


					Menteri KLH: Penelitian adalah Asset Berharga Perbesar

saa“Saya sangat percaya, penelitian dan hasil-hasilnya adalah asset yang tak ternilai. Banyak temuan-temuan baru, sebetulnya bisa menjawab persoalan di masyarakat, contohnya pupuk dan sampah,” kata Menteri Kehutanan dan Lingkungan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar saat mengunjungi Balitbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor dalam rangka peringatan Hari Bhakti Rimbawan.

Penelitian yang dikembangkan Balitbang Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup seperti pada pemanfaatan mikro organisme dalam pupuk, pengolahan kayu gaharu dan essensial oil, kata Siti, bernilai tinggi. “Ini bisa menjadi sumber daya yang luar biasa jika kita melepasnya ke dunia yang membutuhkannya, misalnya dunia industri dan ekonomi,” jelas Siti Nurbaya dihadapan awak media.

Laboratorium yang ada di Balitbang KLH di Kota Bogor, lanjut Siti Nurbaya hampir sama dengan pusat-pusat litbang yang ada di wilayah lain. “Penelitian dan temuan yang ada, saya minta kepala litbang untuk dikelompokan. Dan akan kita lihat orientasinya ke mana, apakah berorientasi ke daya saing internasional, orientasi sumber daya lingkungan atau orientasi pengembangan daya genetik. Semua itu harus dirancang manajemennya seperti apa, sehingga akan sampai kepada pihak yang membutuhkannya,” terang Menteri Siti.

Peninjauan yang dilakukan Menteri Siti Nurbaya di antaranya laboratorium produksi dan industri pengolahan seperti kimia dan energi hasil hutan penelitian komposting, fasilitas pengolahan asap cair, pembuatan bioetanol dari nila aren (arenga pinnata), pengolahan kayu, laboratorium introf-CC (Indonesian trofical forest culture collection) yang mengembangan mikroorganisme untuk tumbuh-tumbuhan, pupuk, kayu maupun yang lain. #pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline