Mencuci tak cuma agar pakaian menjadi bersih, tapi juga menjaganya supaya material awet dan tidak cepat rusak. Terlebih, jika kamu mencucinya dengan mesin cuci yang rawan menyebabkan gesekan.
Salah satu teknik yang sering direkomendasikan adalah membalik pakaian sebelum memasukkannya ke mesin cuci. Apakah cara ini benar efektif?

Dikutip dari laman Real Simple, membalik pakaian sebelum dicuci dapat membantu melindungi warna kain sekaligus menjaga serat kain supaya tidak cepat rusak.
Sebab gesekan antarpakaian adalah hal tak terhindarkan saat proses pencucian di mesin berlangsung. Dengan membalik pakaian, bagian luar kain menjadi lebih terlindungi dari gesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan lain yang tebal dan keras.
“Mencuci pakaian dengan membaliknya akan membantu melindungi bagian luar kain dari gesekan selama proses pencucian, yang sangat penting untuk menjaga warna tetap awet dan membuat pakaian terlihat seperti baru,” ujar pemilik jasa kebersihan Forrest Webber.
Selain itu, cara ini juga melindungi sablon serta bordir pada pakaian agar tidak rontok, dan juga membantu membersihkan bagian dalam pakaian yang terkena langsung oleh keringat, minyak tubuh, dan sel kulit.
Meskipun tidak bisa sepenuhnya mencegah warna pudar pada pakaian, teknik ini tetap dapat memperlambat prosesnya. Artinya, pakaian seperti kaus atau denim bisa bertahan lebih lama.
“Jika tujuan Anda adalah menjaga warna, mencuci dalam keadaan terbalik bisa sedikit memperlambat proses pemudaran tersebut,” imbuhnya.
Umumnya, pakaian sehari-hari direkomendasikan untuk dicuci dalam kondisi terbalik, seperti jeans, pakaian olahraga, kaus berbahan katun, pakaian berwarna cerah, pakaian berwarna gelap, serta pakaian berbahan halus dan penuh aksen (seperti bordir dan sablon).
Selama pakaian tidak dipenuhi noda kotor dan tanah, maka pakaian harian sebaiknya dicuci dalam kondisi terbalik agar pembersihannya optimal.
Sementara untuk pakaian berwarna gelap atau cerah, membaliknya sebelum dicuci membantu menjaga warnanya.
“Cara ini akan mencegah pemudaran pada pakaian berwarna gelap atau cerah serta menjaga bordir atau sablon tetap awet,” ujar Webber.
Kapan pakaian tidak perlu dicuci terbalik?
Meski begitu, tidak semua kondisi mengharuskan Anda mencuci pakaian dengan dibalik. Ada pengecualian ketika membaliknya justru membuat proses pencucian kurang efektif.
Ketika pakaian penuh noda di bagian luar, maka sebaiknya dicuci dalam posisi normal tanpa dibalik. Tujuannya tentu untuk membersihkan noda di permukaan pakaian.
Beberapa jenis pakaian yang biasanya perlu dicuci dalam kondisi tidak terbalik, antara lain pakaian bayi dan anak kecil, baju yang digunakan untuk aktivitas kotor seperti berkebun, pakaian yang terkena tanah atau lumpur.
“Karena itu, kami menyarankan mencuci pakaian bernoda dalam posisi normal (bagian luar tetap di luar) agar noda hilang,” kata Webber.
Dengan memahami cara mencuci yang tepat, Anda bisa menjaga warna, tekstur, dan kondisi pakaian tetap awet sehingga dapat digunakan lebih lama.
Sumber: cnnindonesia.com













