Menu ✖

Dark Mode
Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

Headline

Masya Allah, Viral Masjid Megah Berdiri di Tengah Hutan

badge-check


					Masya Allah, Viral Masjid Megah Berdiri di Tengah Hutan Perbesar

Ada Masjid megah di tengah hutan. Tidak seperti masjid pada umumnya yang dibangun di tempat ramai, atau paling tidak sekitar wilayah pemukiman.

Masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini terletak di tengah hutan kaki Gunung Lompobattang.

Arsitektur Masjid yang belum diberi nama oleh pemiliknya ini tak kalah modern dari Masjid-Masjid di kota madya. Dilengkapi sembilan kubah. Tiga berukuran besar sementara enam lainnya menjulang tinggi tapi berukuran kecil.Sudah delapan tahun. belum dikasi nama sama yang punya karena itu Masjid belum selesai pembangunanya.

Masjid ini mulai dibangun secara bertahap sekitar delapan tahun lalu. Kini menjadi viral. Jika dilihat dari jarak jauh, Masjid ini layaknya sebuah istana di lereng gunung.

“Sudah delapan tahun. belum dikasi nama sama yang punya karena itu Masjid belum selesai pembangunanya,” kata Sekretaris Desa Bontoloe. Minggu, 24 November 2019.

Masjid ini dibangun oleh seorang juragan kopi. Masyarakat sekitar biasa menyapanya Puang. Awalnya dibangun untuk tempat ibadah pekerja di kebun kopi dan masyarakat Langkoa. Itulah kenapa pemukiman terdekat dari Masjid ini sekitar 1 kilometer.

“Pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan Masjid itu untuk menunaikan salatlima waktu. Ada permukiman warga di sekitar Masjid itu, lokasinya memang berjarak sekitar 1 kilometer dari Masjid,” kata Camat Bontolempangan, Muslimin.

Akan tetapi, pemukiman yang berjarak 1 kilometer dari Masjid itu bukanlah perumahan warga, akan tetapi rumah yang dibangun oleh Puang untuk para pekerja di kebun kopi miliknya.
Pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan Masjid itu untuk menunaikan salat lima waktu.

“Ada rumah yang dibangun disekitar Masjid termasuk buruh kopinya Puang. Puang itu jarang ke sini. Kadang di Makassar atau Jakarta. Sudah banyak lahan kopinya Puang di sini. Banyak dibeli dari masyarakat. Puang tidak terdaftar sebagai warga di sini,” ungkap Kepala Desa Bontoloe, Baharuddin.

Untuk pemukiman warga, jaraknya sekitar 5 kilometer dari Masjid. Masjid ini juga belum pernah digunakan Salat Jumat.

Sumber : dream.co.id

Foto : Instagram @makassar_iinfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline