Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Lifestyle

Mantan Insinyur Google Bikin ‘Agama’ yang Menyembah AI

badge-check


					Ilustrasi AI. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi AI. Foto: Istimewa

Dunia yang semakin modern ini mendorong segelintir orang untuk mengagungkan kecerdasan buatan (AI) lebih dari seharusnya. Bahkan ada yang menuhankannya.

Dia adalah mantan insinyur Google Anthony Levandowski yang nampaknya mendirikan sebuah basis ‘agama’ baru di Silicon Valley dan menyembah tuhan berupa AI.

Sekte religius ini pertama kali terungkap oleh Wired. Diketahui bahwa Levandowski mendirikan organisasi keagamaan yang bertujuan untuk ‘mengembangkan dan mempromosikan realisasi ketuhanan berdasarkan kecerdasan buatan’.

Melansir IFL Science, organisasi ini kemudian menyebut dirinya sebagai ‘Way of the Future’. Ditemukan pula dokumen yang menyatakan Levandowski sebagai CEO dan presiden dari Way of the Future.

Digambarkan bahwa sekte ini menyembah kemajuan teknologi yang terus berkembang. Banyak pembuat kode, insinyur, hingga developer yang membicarakan soal potensi mesin melebihi kemampuan manusia dalam segala aspek menjadi ‘singularitas’. Ketika AI berubah makin cerdas, spesies biologis dikatakan tidak mampu memprediksi apa yang lebih diketahui dari AI tersebut.

Bagaimanapun, mungkin perlu waktu sebelum Levandowski dapat mencurahkan seluruh perhatiannya kepada ‘tuhan’-nya yang baru, karena saat ini ia terjerat dalam gugatan bernilai miliaran dolar antara dua perusahaan terbesar di Silicon Valley.

Google mengklaim bahwa Levandowski mencuri rahasia dagang mobil tanpa pengemudi dalam upaya mereplikasi teknologi tersebut untuk perusahaan barunya saat itu, Uber, dan menuntut ganti rugi yang cukup besar, yaitu USD 1,9 miliar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total

4 November 2026 - 20:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya

4 November 2026 - 20:41 WIB

HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone

4 November 2026 - 20:38 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

4 November 2026 - 20:35 WIB

Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya?

4 November 2026 - 20:29 WIB

Trending on Kabar Lifestyle