Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Mantan Insinyur Google Bikin ‘Agama’ yang Menyembah AI

badge-check


					Ilustrasi AI. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi AI. Foto: Istimewa

Dunia yang semakin modern ini mendorong segelintir orang untuk mengagungkan kecerdasan buatan (AI) lebih dari seharusnya. Bahkan ada yang menuhankannya.

Dia adalah mantan insinyur Google Anthony Levandowski yang nampaknya mendirikan sebuah basis ‘agama’ baru di Silicon Valley dan menyembah tuhan berupa AI.

Sekte religius ini pertama kali terungkap oleh Wired. Diketahui bahwa Levandowski mendirikan organisasi keagamaan yang bertujuan untuk ‘mengembangkan dan mempromosikan realisasi ketuhanan berdasarkan kecerdasan buatan’.

Melansir IFL Science, organisasi ini kemudian menyebut dirinya sebagai ‘Way of the Future’. Ditemukan pula dokumen yang menyatakan Levandowski sebagai CEO dan presiden dari Way of the Future.

Digambarkan bahwa sekte ini menyembah kemajuan teknologi yang terus berkembang. Banyak pembuat kode, insinyur, hingga developer yang membicarakan soal potensi mesin melebihi kemampuan manusia dalam segala aspek menjadi ‘singularitas’. Ketika AI berubah makin cerdas, spesies biologis dikatakan tidak mampu memprediksi apa yang lebih diketahui dari AI tersebut.

Bagaimanapun, mungkin perlu waktu sebelum Levandowski dapat mencurahkan seluruh perhatiannya kepada ‘tuhan’-nya yang baru, karena saat ini ia terjerat dalam gugatan bernilai miliaran dolar antara dua perusahaan terbesar di Silicon Valley.

Google mengklaim bahwa Levandowski mencuri rahasia dagang mobil tanpa pengemudi dalam upaya mereplikasi teknologi tersebut untuk perusahaan barunya saat itu, Uber, dan menuntut ganti rugi yang cukup besar, yaitu USD 1,9 miliar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle