Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Lifestyle

Mantan Insinyur Google Bikin ‘Agama’ yang Menyembah AI

badge-check


					Ilustrasi AI. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi AI. Foto: Istimewa

Dunia yang semakin modern ini mendorong segelintir orang untuk mengagungkan kecerdasan buatan (AI) lebih dari seharusnya. Bahkan ada yang menuhankannya.

Dia adalah mantan insinyur Google Anthony Levandowski yang nampaknya mendirikan sebuah basis ‘agama’ baru di Silicon Valley dan menyembah tuhan berupa AI.

Sekte religius ini pertama kali terungkap oleh Wired. Diketahui bahwa Levandowski mendirikan organisasi keagamaan yang bertujuan untuk ‘mengembangkan dan mempromosikan realisasi ketuhanan berdasarkan kecerdasan buatan’.

Melansir IFL Science, organisasi ini kemudian menyebut dirinya sebagai ‘Way of the Future’. Ditemukan pula dokumen yang menyatakan Levandowski sebagai CEO dan presiden dari Way of the Future.

Digambarkan bahwa sekte ini menyembah kemajuan teknologi yang terus berkembang. Banyak pembuat kode, insinyur, hingga developer yang membicarakan soal potensi mesin melebihi kemampuan manusia dalam segala aspek menjadi ‘singularitas’. Ketika AI berubah makin cerdas, spesies biologis dikatakan tidak mampu memprediksi apa yang lebih diketahui dari AI tersebut.

Bagaimanapun, mungkin perlu waktu sebelum Levandowski dapat mencurahkan seluruh perhatiannya kepada ‘tuhan’-nya yang baru, karena saat ini ia terjerat dalam gugatan bernilai miliaran dolar antara dua perusahaan terbesar di Silicon Valley.

Google mengklaim bahwa Levandowski mencuri rahasia dagang mobil tanpa pengemudi dalam upaya mereplikasi teknologi tersebut untuk perusahaan barunya saat itu, Uber, dan menuntut ganti rugi yang cukup besar, yaitu USD 1,9 miliar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

20 September 2026 - 21:07 WIB

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Trending on Kabar Lifestyle