Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Mahasiswa Ketahuan Nitip Absen, Minta Maaf tapi Suratnya Bikin Pakai AI

badge-check


					Ratusan mahasiswa di University of Illinois ketahuan nitip absen dalam kelas sains data. Ironisnya, ketika diminta untuk menulis surat permintaan maaf, sebagian besar dari mereka justru kembali menggunakan AI untuk menulisnya.(The Verge) Perbesar

Ratusan mahasiswa di University of Illinois ketahuan nitip absen dalam kelas sains data. Ironisnya, ketika diminta untuk menulis surat permintaan maaf, sebagian besar dari mereka justru kembali menggunakan AI untuk menulisnya.(The Verge)

Sebuah kasus terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) terjadi di sebuah universitas di Amerika Serikat. Ratusan mahasiswa di University of Illinois ketahuan “nitip absen” dalam kelas sebuah mata kuliah.

Ironisnya, ketika diminta untuk menulis surat permintaan maaf, sebagian besar dari mereka justru menggunakan AI untuk menulisnya.

Kisah ini menjadi viral di media sosial dan bahkan diangkat oleh media ternama AS, The New York Times.

Kasus ini terjadi di mata kuliah Data Science Discovery, yang diajar oleh dua profesor, Karle Flanagan dan Wade Fagen-Ulmschneider.

Kelas tersebut diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa, dengan sistem presensi menggunakan alat bernama Data Science Clicker. Setiap mahasiswa harus memindai QR-code di kelas, lalu menjawab pertanyaan pilihan ganda dalam waktu 90 detik, agar tercatat sudah hadir.

Namun, beberapa minggu setelah semester dimulai, kedua profesor itu mulai curiga. Jumlah mahasiswa, yang menjawab pertanyaan dan otomatis tercatat hadir, jauh lebih banyak dibanding yang benar-benar hadir di ruang kuliah.

Melalui pengecekan alamat IP, log server, dan melihat berapa kali mahasiswa me-refresh situs. Hasilnya, sejumlah mahasiswa ketahuan curang, memindai kode QR dan mengisi pertanyaan presensi dari luar kelas.

Kemudian, kedua profesor menghubungi sekitar 100 mahasiswa yang dicurigai curang. Mereka diminta untuk menjelaskan apa yang telah mereka lakukan.

Awalnya, para dosen mengaku terharu karena banyak mahasiswa yang mengaku dan langsung mengirimkan e-mail berisi permintaan maaf.

Namun rasa haru itu berubah jadi kekecewaan saat menyadari sebagian besar permintaan maaf tersebut ditulis dengan gaya yang sama dan kemungkinan besar dihasilkan oleh chatbot AI.

Para profesor menemukan fakta bahwa sekitar 80 persen dari permintaan maaf tersebut memiliki susunan kata yang hampir identik. Kalimat “I sincerely apologize” muncul berulang-ulang di e-mail, dengan struktur dan diksi yang hampir identik. Dalam kuliah tanggal 17 Oktober lalu, kedua profesor menampilkan isi semua e-mail itu di layar proyektor kelas.

Sang profesor mengunggah kasus ke media sosial Instagram dan kemudian menjadi viral. Tidak ada hukuman berat yang dijatuhkan, tetapi keduanya menyebut kejadian ini sebagai  “pelajaran hidup” bagi para mahasiswa.

AI slop di kampus

Kasus ini ternyata bukan satu-satunya, seperti dirangkum KompasTekno dari Arstechnica.

Di forum Reddit subreddit Universitas Illinois, para asisten dosen dan mahasiswa membenarkan bahwa penggunaan AI di kampus merupakan hal umum.

Seorang “asdos” menyebut bahwa “AI slop”, istilah yang digunakan untuk menyebut karya buatan AI, terdeteksi pada 75 persen tugas yang dikumpulkan.

Sejumlah mahasiswa mengaku menulis sejumlah tugas dengan ChatGPT, sementara yang lain menggunakan AI untuk menjawab soal pemrograman yang sebenarnya mudah.

Namun, ada juga sisi lain, beberapa mahasiswa merasa dituduh tanpa bukti. Mengingat alat pendeteksi AI sering kali tidak akurat. Sebagian dosen akhirnya hanya mengandalkan intuisi untuk menilai apakah tulisan mahasiswa benar-benar orisinal.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle