Lomba Pantun Pacilong Kembali Digelar

Sejumlah guru, dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Bogor unjuk gigi membaca sajak sunda. Sajak sunda Ngadegna Dayeuh Bogor buah karya Pacilong dilombakan dalam Pasanggiri Maca Pantun Pacilong “Dayeuh Bogor”.

 Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) ini berlangsung Jum’at (29/5) di Gedung Kemuning Gading Bogor.

Kepala Disbudparekraf Kota Bogor Shahlan Rasyidi menyampaikan lomba ini merupakan hal positif yang setiap tahun dilakukan dengan tujuan mencari bibit-bibit baru dalam melestarikan seni sunda.

“Rencananya pemenang lomba akan ditampilkan pada saat Rapat Paripurna Istimewa saat puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533 pada 3 Juni 2015 untuk membaca pantun pacilong dan sejarah Bogor,” urainya.

Selain untuk mencari bakat dan potensi siswa, kompetisi ini juga untuk memasyarakatkan dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap pantun pacilong dan sejarah Bogor. “Pantun pacilong merupakan salah satu puisi yang harus dipahami dan dimaknai, bukan hanya dibaca tetapi memaknai isinya,” jelasnya. Intinya, lanjut Shahlan, dalam pantun pacilong itu tersirat makna bahwa membangun Bogor perlu ada kebersamaan dan gotong royong.

Shahlan juga bersyukur atas keterlibatan elemen masyarakat yang cukup besar dalam peringatan HJB tahun ini. Diakuinya rangkaian acara dalam peringatan tahun ini lebih semarak dan variatif dibanding tahun sebelumnya. “Tahun depan harus lebih banyak lagi yang terlibat dari elemen masyarakat,” harap Shahlan. (Ismet) dkw

print

You may also like...