Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Krisis RAM Bikin Penjualan PC Melonjak di Akhir 2025

badge-check


					Krisis Ram Foto: Christian Petersen/Getty Images Perbesar

Krisis Ram Foto: Christian Petersen/Getty Images

Jakarta – Pasar PC global mencatat kinerja di atas ekspektasi pada kuartal liburan akhir 2025, meski prospek tahun depan dibayangi ketidakpastian. Laporan IDC menyebutkan pengiriman PC tumbuh hampir 10% secara tahunan pada kuartal IV 2025, dengan total mencapai 76,4 juta unit.

Berakhirnya dukungan Windows 10 menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut. Namun IDC menilai lonjakan pengiriman juga dipicu langkah agresif para produsen PC yang mempercepat penarikan stok untuk mengantisipasi potensi tarif baru serta krisis pasokan memori global.

“Musim liburan memang biasanya mendorong permintaan, tetapi lonjakan di akhir 2025 diperkuat oleh munculnya kelangkaan memori yang membuat pembeli dan merek mengamankan stok lebih awal menjelang potensi kenaikan harga pada 2026,” kata IDC dalam laporannya.

Harga RAM dan SSD melonjak dalam beberapa bulan terakhir akibat tingginya permintaan dari data center berbasis AI. Sejumlah produsen besar seperti Lenovo dan HP dilaporkan menimbun stok memori, namun cadangan tersebut diperkirakan hanya bertahan beberapa bulan sebelum berdampak pada kenaikan harga dan perubahan konfigurasi PC.

IDC memperingatkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada harga jual. Spesifikasi memori PC juga berpotensi diturunkan demi menjaga ketersediaan stok, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (14/1/2026).

“Selain tekanan harga sistem yang sudah diumumkan oleh beberapa produsen, kami juga bisa melihat spesifikasi memori PC rata-rata diturunkan untuk menghemat inventaris,” ujar Jean Philippe Bouchard, Research Vice President IDC. Ia menyebut 2026 sebagai tahun yang sangat tidak stabil bagi industri PC.

Seiring meningkatnya biaya komponen, IDC memproyeksikan harga jual rata-rata PC akan naik pada 2026. Produsen diperkirakan akan lebih memprioritaskan segmen menengah dan premium untuk menutupi lonjakan biaya memori, yang berisiko menekan pasar entry-level.

Kondisi ini menandai badai besar berbasis AI bagi industri PC sepanjang 2026. Ketergantungan manufaktur semikonduktor pada kebutuhan data center membuat pasokan untuk PC konsumen semakin ketat, sementara harga belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle