Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Kabar Dunia

Kisah Penemuan Ikan Mujair, Ikan Populer Indonesia

badge-check


					Kisah Penemuan Ikan Mujair, Ikan Populer Indonesia Perbesar

Tak dapat dipungkiri, mujair menjadi salah satu lauk favorit masyarakat. Sudah lezat, harganya lebih murah daripada gurame.

Tapi, tahukah kamu ikan mujair ditemukan oleh pria yang bernama sama, yaitu Moedjair (dibaca Mujair)?

Dikutip dari Good News From Indonesia, semula habibat ikan mujair adalah air laut atau payau. Berkat tangan dingin Iwan Dalauk, yang juga dijuluki Mbah Moedjair, ikan tersebut bisa hidup di air tawar.

Lelaki ini tinggal di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Semula, ayah 7 anak ini memiliki warung sate yang populer di Blitar.

Hobi berjudi membuat bisnis satenya merugi dan terpuruk. Melihat kondisi Moedjair yang memprihatinkan, Kepala Desa Papungan, Muraji, mengajaknya tirakat di Pantai Serang setiap 1 Suro.

Tanpa disangka, Mudjaer menemukan sekelompok ikan yang menarik. Ikan-ikan tersebut menyembunyikan anak-anaknya di dalam mulut saat terancam bahaya. Karena penasaran, Moedjair membawa pulang beberapa ikan.

Moedjair kemudian mencoba membudidayakan ikan-ikan unik ini. Karena berbeda habitat, ikan ini tak bisa hidup di air tawar.

Moedjair tak patah arang. Dia rajin melakukan uji coba karena ingin ikan hidup di air tawar. Komposisi air laut dan air tawar diubah untuk menemukan campuran air yang cocok bagi ikan baru.

Dalam percobaan ke-11, Moedjair berhasil. Akhirnya, ikan-ikan itu bisa dikembangbiakkan di air tawar.

Sekadar informasi, Moedjair harus menempuh jarak 35 Kilometer dengan berjalan kaki untuk sampai ke Pantai Serang dari Desa Papungan.

Kemampuannya membudidayakan ikan ini membuat nama Moedjair lekas terkenal. Satu kolam ikan bertambah menjadi tiga.

Ikan hasil penngkarannya dibagi-bagikan kepada tetangga. Sisanya dijual ke pasar dengan sepeda kumbang.

Berita Mbah Moedjair ini menarik perhatian Asisten Residen Kediri (pemegang kekuasaan Kerajaan Belanda di wilayah jajahan). Asisten Residen ini merupakan peneliti melakukan penelitian dan mewawancarai Moedjair.

Ternyata, ikan tersebut berasal dari perairan laut Afrika. Sebagai penghargaan, ikan ini dinamai mujair, sesuai dengan nama penemunya.

Mbah Moedjair menerima banyak penghargaan dari berbagai pihak. Temuannya dinilai bermanfaat bagi banyak orang, malah mendunia.

Beberapa penghargaan yang diterima Moedjair sepert Eksekutip Committee Indo Pasifik Fisheries Council pada tahun 1954. Sementara penghargaan dari pemerintah Indonesia diterima pada 17 Agustus 1951 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Mbah Moedjair meninggal pada 7 September 1957 karena penyakit asma dan kemudian dimakamkan di Blitar. Batu nisan makamnya bertuliskan “ MOEDJAIR, PENEMU IKAN MOEDJAIR”, dilengkapi dengan ukiran ikan mujair.

Sumber : Good News From Indonesia

Foto: Shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia