Menu

Dark Mode
Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho Perluas Sinyal Internet ke Wilayah Sulit RI, Bukti Pentingnya Peran Telkomsat BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah

Kabar Lifestyle

Kereta Cepat China Lewat Bawah Laut, Teknologinya Bikin Takjub

badge-check


					Kereta Cepat China Lewat Bawah Laut, Teknologinya Bikin Takjub (Foto: South China Morning Post) Perbesar

Kereta Cepat China Lewat Bawah Laut, Teknologinya Bikin Takjub (Foto: South China Morning Post)

China terus mendorong batas teknologi transportasi dengan membangun jalur kereta cepat yang menembus laut melalui terowongan bawah air raksasa. Proyek ini menjadi salah satu inovasi paling ambisius dalam pengembangan kereta cepat di dunia.

China mengandalkan kombinasi teknologi canggih, pengalaman konstruksi masif, hingga kecerdasan buatan untuk membangun terowongan yang lebih cepat dan aman, bahkan di bawah laut. Salah satu proyek utama adalah terowongan bawah laut yang menghubungkan kota Ningbo dengan Kepulauan Zhoushan.

Terowongan ini memiliki panjang sekitar 16,18 km dan menjadi bagian dari jalur kereta cepat yang dirancang melaju hingga 250 km/jam. Jika selesai, proyek ini akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan, dari sekitar 1,5 jam menjadi hanya 26 menit.

Tantangan Ekstrem di Bawah Laut
Membangun terowongan di bawah laut bukan perkara mudah. Insinyur harus mencari cara bagaimana menghadapi tekanan air tinggi, kondisi tanah yang tidak stabil, hingga risiko kebocoran.

“Satu kesalahan kecil dalam metode konstruksi bisa menyebabkan keruntuhan atau banjir di dalam terowongan,” tulis laporan tersebut seperti dikutip dari South China Morning Post.

Karena itu, pemilihan metode pengeboran menjadi salah satu keputusan paling krusial. Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, China mulai menggunakan kecerdasan buatan dalam pembangunan terowongan.

AI dilatih menggunakan data dari ribuan proyek sebelumnya, termasuk kondisi batuan, kedalaman, hingga keberadaan air tanah. Teknologi ini mampu membagi proyek menjadi ratusan segmen dan menentukan metode konstruksi terbaik di setiap bagian.

Hasilnya, akurasi prediksi metode konstruksi mencapai sekitar 89%, lebih tinggi dibanding metode konvensional. Keunggulan China juga datang dari pengalaman panjang dalam membangun infrastruktur.

Negara ini telah memiliki hampir 19.000 terowongan kereta, termasuk ribuan untuk kereta cepat. Data besar dari proyek-proyek tersebut menjadi ‘bahan bakar’ utama untuk melatih sistem AI dan mempercepat pembangunan proyek baru.

Jaringan Kereta Cepat Terbesar di Dunia
China saat ini memiliki jaringan kereta cepat terbesar di dunia, dengan panjang lebih dari 46.000 km. Kereta-kereta ini mampu melaju hingga 350 km/jam, menjadikannya salah satu sistem transportasi tercepat dan paling efisien.

Dengan kombinasi teknologi AI, mesin pengebor canggih, dan pengalaman konstruksi besar, China berupaya mempercepat pembangunan jalur kereta-bahkan di lingkungan ekstrem seperti bawah laut.

Proyek ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi bisa mengubah cara manusia menaklukkan tantangan alam. Ke depan, teknologi seperti ini berpotensi digunakan di berbagai negara, terutama untuk menghubungkan wilayah yang terpisah oleh laut atau medan sulit, membuka era baru transportasi super cepat di dunia.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Perluas Sinyal Internet ke Wilayah Sulit RI, Bukti Pentingnya Peran Telkomsat

19 April 2026 - 13:35 WIB

Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos

16 April 2026 - 21:35 WIB

HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan

16 April 2026 - 21:32 WIB

Trending on Kabar Lifestyle