Warga Bogor patut berbangga, pasalnya salahsatu warganya yang menjadi atlit taekwondo, Defia Rosmaniar berhasil meraih medali emas pertama bagi kontingen Indonesia dalam perhelatan Asian Games 2018.
Defia memang menjadi salah satu atlet yang diprediksi dapat meraih emas pada Asian Games 2018. Taekwondoin 23 tahun itu mengawali langkah pada nomor poomsae putri menghadapi wakil Hong Kong Wong Ka Yiu. Kemenangan dengan skor 8.220-7.690 memastikan langkah Rosmaniar ke perempat final.

Pada babak delapan besar Rosmaniar menang atas wakil Vietnam Chau Tuyet Van dengan skor 8.460-8.330. Selanjutnya di babak semifinal, atlet kelahiran Bogor itu menghadapi lawan tangguh asal Korea Selatan. Skor 8.520-8.400 memastikan Rosmaniar ke partai perebutan medali emas.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Benninu Argoebie mengaku tidak bisa menahan air mata karena kegigihan, dan kerja keras atlet.
“Defia Rosmaniar berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk timnas Indonesia di ajang Asian Games 2018 ini. Ini merupakan bukti dari pembinaan Pengcab Taekwondo, dan juga KONI Kota Bogor terhadap para atlet-atletnya. Saya selaku Ketua KONI bangga, jika atlet Kota Bogor, telah berkontribusi bagi Indonesia di ajang Asian Games, dan saya harapkan atlet-atlet Kota Hujan, yang belum bertanding, diharapkan bisa mengikuti jejak Defia,” kata Benninu.
Benninu menambahkan, dari awal dirinya yakin 95 persen dia meraih emas. Hal itu karena dia berlatih secara total dan gigih.
“Defia juga sosok yang rendah hati. Kesuksesan ini juga berkat keseriusan pengcab serta pelatih dalam membina. Tak menutup kemungkinan dia akan menjadi juara dunia,” ucapnya.
KONI lanjutnya, telah menyiapkan bonus bagi Defia sebesar Rp25 juta yang akan diberikan saat perhelatan Porda 2018 selesai. “Sudah kita siapkan bonus dari jauh-jauh hari,” katanya.
pratama













